Padang – Agenda tahunan Kemenristek Dikti, Kontes Mobil Penghematan Energi (KMHE) kembali pada 2018. Berbeda dengan tahun sebelumnya sejak pertama kali diadakan pada 2012 di Pulau Jawa. Kali ini kontes diadakan di Padang, Sumatera Barat.

Ini menjadi tantangan bagi setiap peserta, terutama untuk universitas yang sebagian besar berada di Jawa, seperti Institut Teknologi Sepuluh November (ITS), Universitas Brawijaya (UB), Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Indonesia (UI) dan banyak lagi.

"Rasanya seperti balapan internasional, jadi upaya dan pendanaan sudah kaya dalam kompetisi di singapur. Cari tiket, mobil pengiriman, dan pendanaan cukup besar," kata Non Teknis Manajer Sapuangin Team dari Institut Teknologi Sepuluh November ( ITS), Vito Hanif. Kendati demikian persiapan tim ini tidak terlalu banyak karena kebetulan baru saja memasuki kontes mobil energi tingkat nasional pada Mei 2018. "Kalau persiapannya dari mobil teknis tidak banyak yang siap hanya menyesuaikan kondisi mobil dengan kondisi trek, dan kondisi peraturan lomba, "Vito.

Berbicara tentang trek, Vito sendiri mengatakan timnya membutuhkan pelatihan karena jalur yang disediakan di daerah Universitas Negeri Padang (UNP) lebih sempit dari biasanya.

"Jika di UNP, sudutnya lebih tajam dan sempit sehingga Anda perlu strategi khusus."

Mirip dengan Tim Sapuangin dari ITS, Tim Semar Universitas Gadjah Mada (UGM) juga mengatakan bahwa sudah siap sejak lama dan hanya membutuhkan pelatihan untuk menghadapi lintasan ini.

"Kami telah kembali dari Singapura dari persiapan pada bulan Mei. Desain dan manufaktur telah dimulai dan ada banyak latihan," kata Ketua Tim Semar UGM, Wildan Chairuzzein.

Dalam kontes ini, Tim ITS Sapuangin menurunkan 4 mobil dalam kategori Urban untuk setiap kelas bensin, etanol, listrik dan diesel. Sementara tim Semar UGM menurunkan satu mobil Urban kelas diesel dan satu mobil Prototipe bertenaga listrik. (rip / kering)