Jakarta –

Sebuah video viral memperlihatkan grup moge tersebut menjalankan lampu merah di kawasan BSD, Tangerang Selatan pada Minggu (6/9/2020). Diduga sang moge terkendali dan memiliki kebebasan mengatur lalu lintas.

Ini polisi, lampu merahnya tolong bantu. Ada 3 orang polisi, 2 sudah di jalan, semua motor gede semua, ”ujar suara pria yang merekam video dari atas motor saat itu. berhenti di lampu merah.

Satlantas Polres Tangerang Selatan membenarkan bahwa pendamping tersebut bukan anggotanya. Kepolisian Lalu Lintas Tangerang menanyakan kepada media apakah ada rekaman video yang lebih jelas untuk mengidentifikasi satuan polisi yang melakukan pengawalan.

[Gambas:Video 20detik]

“Kami masih konfirmasi apakah benar polisi atau tidak. Mohon bantuan rekan media jika ada gambaran lebih jelas, yang pasti anggota Polsek Tangsel kemarin sore tidak melakukan pengawalan,” kata AKP Bayu Marfiando.

Lepas dari polisi atau tidak, bisakah konvoi kendaraan menggunakan fasilitas Patrol dan Escort? Pertanyaan tersebut dapat dijawab melalui UU 22/2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan pada Pasal 134 dan pasal 135.

Ia menjelaskan, hanya beberapa jenis kendaraan saja yang bisa mendapatkan keistimewaan di jalan raya, yang sebagian besar bersifat darurat atau terkait dengan pejabat negara dan tamu negara.

Berikut isi UU 22/2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan pada Pasal 134 dan Pasal 135

Pengguna Jalan yang memperoleh hak utama diutamakan berada dalam urutan sebagai berikut:
Sebuah. Kendaraan pemadam kebakaran yang menjalankan tugasnya;
b. Ambulans membawa orang sakit;
c. Kendaraan untuk memberikan bantuan dalam kecelakaan lalu lintas;
d. Kendaraan Pimpinan Lembaga Negara Republik Indonesia;
e. Kendaraan para pimpinan dan pejabat negara asing serta lembaga internasional yang menjadi tamu negara
f. Prosesi pemakaman; dan
g. Konvoi dan / atau kendaraan untuk keperluan tertentu menurut pertimbangan aparat Kepolisian Negara Republik Indonesia.

Pasal 135

(1) Kendaraan yang mempunyai hak utama sebagaimana dimaksud dalam Pasal 134 harus dikawal oleh petugas Kepolisian Negara Republik Indonesia dan / atau menggunakan sinyal dan sirine lampu merah atau biru.
(2) Pejabat Kepolisian Negara Republik Indonesia wajib memberikan pengamanan apabila diketahui Pengguna Jalan sebagaimana dimaksud pada ayat (1).
(3) Alat Penandatanganan Rambu Lalu Lintas dan Rambu Lalu Lintas tidak berlaku bagi Kendaraan yang mempunyai hak primer sebagaimana dimaksud dalam Pasal 134.

(rip / din)