Jakarta –

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan memberlakukan kembali even-even (gage) di sejumlah ruas jalan di Ibukota, Senin (3/8/2020). Setelah kebijakan Jakarta gage dihapuskan sejak pertama kali penerapan Pembatasan Sosial Skala Besar atau PSBB pada awal Maret 2020

Menurut Pengamat Transportasi dan Ketua Akademik Advokasi MTI dan Masyarakat Djoko Setijowarno, keputusan ini dianggap sebagai dilema. Karena kebijakan pengukur diharapkan membatasi kendaraan pribadi dan menekan masyarakat untuk beralih ke transportasi umum.

"Memang memang dilema saat pandemi. Mengizinkan warga menggunakan kendaraan pribadi berlebihan karena kemacetan. Namun jika terpaksa menggunakan transportasi umum, potensi penyebaran virus," kata Djoko saat dihubungi detikOto, Jumat (31/7). 2020).

Dalam pengamatannya, orang yang menggunakan transportasi umum cenderung beralih ke kendaraan pribadi ketika pengukur dilepas.

"Ada kecenderungan untuk beralih menggunakan kendaraan pribadi selama pandemi yang sebelumnya menggunakan transportasi umum. Di stasiun keberangkatan KRL, yang dulunya ramai dengan sepeda motor, sekarang sepi." kata Djoko.

Djoko melanjutkan bahwa kebijakan pengukur dapat diterapkan lagi untuk mengurangi volume kendaraan pribadi. Tetapi yang paling penting pemerintah dan operator angkutan umum juga menjamin protokol kesehatan.

"Masih berjalan (kebijakan gage), tetapi nanti bisa dievaluasi (kebijakan)," kata Djoko.

"Penggunaan TransJakarta hanya sekitar 50 persen. Masih ada peluang untuk meningkatkan kapasitas angkutan umum. Namun, harus bisa meyakinkan warga jika layanan angkutan umum sudah menerapkan protokol kesehatan," jelas Djoko.

Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Syafrin Liputo mengatakan bahwa pihaknya telah memberlakukan kembali pengukur dengan pertimbangan peningkatan volume lalu lintas selama pembatasan sosial skala besar (PSBB).

"Selama transisi PSBB dalam peraturan hulu, kantor masih diminta oleh WFH 50 persen dan 50 persen bekerja di kantor, meskipun divisi itu dibagi menjadi 2 shift. Misalnya di Cipete," kata Syafrin kepada detikOto.

Lihat videonya "Kapan Aneh-Even di Jakarta Kembali Efektif?"
[Gambas:Video 20detik]
(riar / din)