Sepanjang 2019, Lamborghini berhasil mencatat penjualan 8.205 unit.

REPUBLIKA.CO.ID, ROMA – Italia adalah salah satu negara yang memiliki efek korona paling parah. Ini juga secara otomatis membuat aktivitas di negara itu harus terganggu. Pabrikan Lamborghini menjadi salah satu pabrikan yang harus menyerah oleh corona.

Dilansir dari Autocar, Senin (16/3), untuk menekan distribusi korona, Lamborghini memutuskan untuk menghentikan proses produksi di Sant 'Agata Bolognese. Kebijakan ini diterapkan mulai 13 hingga 25 Maret 2020.

Markas pabrikan berada di wilayah Italia Utara yang merupakan salah satu pusat distribusi korona di Eropa. Di luar Tiongkok, Italia juga merupakan negara dengan jumlah kasus terbanyak mencapai 1.200 orang.

Ketua Lamborghini, Stefano Domenicali mengatakan, keputusan ini merupakan bukti tanggung jawab dan tanggung jawab masyarakat dan karyawan Lamborghini.

"Kami akan terus memperhatikan setiap perkembangan yang ada. Kami akan sangat fleksibel dan siap untuk melanjutkan kegiatan ketika waktunya tepat," kata Stefano.

Berbeda dengan Ferrari, sampai sekarang, kantor pusat Ferrari di Maranello masih terus melihat perkembangan dan masih beroperasi seperti biasa. Namun, untuk mencegah korona, Ferarri melakukan proses pengawasan kesehatan yang ketat.

Distribusi corona kali ini memang tampaknya menjadi momen yang cukup menantang bagi produsen mobil sport, terutama untuk Lamborghini. Mengingat, Lamborghini sedang mengalami pertumbuhan penjualan yang signifikan.

Sepanjang 2019, Lamborghini berhasil mencatat penjualan 8.205 unit. Naik 43 persen dibandingkan total penjualan pada 2018.

Komposisi penjualan didominasi oleh Lamborghini Mind, kemudian diikuti oleh Huracans dan Aventador. Pada 2019, Mind menjual 4.962 unit, Huracans 2.139 unit dan Aventador 1.104 unit.