Jakarta –

Kerusuhan terjadi di beberapa lokasi demonstrasi yang menentang UU Cipta Kerja. Dalam kondisi kurang kondusif, sebaiknya jangan dulu menggunakan kendaraan yang mencolok.

Namun, jika memang harus mengemudikan mobil Founder Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC), Jusri Pulubuhu mengingatkan untuk tidak menggunakan kendaraan yang mentereng.

“Jika harus mengemudi, disarankan tidak menggunakan benda yang mencolok atau menggunakan kendaraan yang mencolok. Dianjurkan jika harus mengemudi jangan menggunakan kendaraan yang menarik perhatian, jangan menggunakan kendaraan besar, atau jangan menggunakan kendaraan yang mengajak iri, "kata Jusri. .

Jusri menuturkan gunakan kendaraan kompak atau kendaraan kecil untuk beraktivitas.

“Usahakan untuk menggunakan kendaraan kompak atau kecil atau kendaraan jutaan orang. Sehingga jika terjadi sesuatu di jalan mudah berbalik atau menghindarinya. Selain itu juga mudah terpeleset,” kata Jusri.

Aksi unjuk rasa di area patung kuda di Jalan Merdeka Selatan itu berujung rusuh dengan beberapa fasilitas umum seperti halte TransJakarta dirusak massa. Foto: Grandyos Zafna

Dalam kesempatan yang sama Jusri juga mengatakan sebaiknya memilih waktu yang tepat saat memutuskan untuk berkendara.

Selanjutnya pengemudi harus memilih waktu yang tepat saat berkendara (jangan berkendara saat sudah banyak orang berkumpul), mohon diperhatikan keadaan di sekitar anda jangan dipaksakan untuk mengemudi saat sudah ramai ramai dengan orang, "kata Jusri.

“Ngotot mengemudi saat demonstrasi adalah perilaku yang sangat bodoh. Karena mengemudi itu main-main di medan perang. Kami tidak tahu situasi di masa depan, apakah akan ada kerusuhan, kami harus melakukan sesuatu yang logis. Jika kantor aman jangan keluar, pastikan dulu daerah dan rutenya apakah yang akan kita lalui aman atau tidak, ”tutup Jusri.

Tonton Video "Para Demonstran dalam Harmoni Menyerang Polisi"
[Gambas:Video 20detik]
(lth / din)