Konsumen sepeda motor olahraga sekarang mulai menyukai ABS

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Keberadaan sistem pengereman anti-lock (ABS) saat ini tidak hanya didominasi oleh motor kapasitas mesin besar, tetapi sekarang sudah mulai bisa ditemukan pada kendaraan berkapasitas mesin menengah.

Kehadiran fasilitas ABS yang terkait dengan keselamatan dalam sistem pengereman tampaknya telah menarik perhatian orang-orang yang mulai memahami pentingnya sistem pengereman yang mampu menggunakan tunggangan besi mereka. Sistem ini dianggap penting dalam mencegah penguncian tiba-tiba pada roda kendaraan mereka.

"Beberapa pasar seperti sistem ABS karena itu seperti sepeda motor besar," kata Yohan Yahya, Penjualan dan Pemasaran Kepala Dua Roda Departemen, PT Suzuki Indomobil Sales (SIS), Rabu (31/11). Karenanya, partainya di Indonesia Motorcycle Show (IMOS) tahun ini memasarkan produk terbarunya, Suzuki GSX-R150 ABS.

Sebenarnya penggunaan sistem ABS sudah dilakukan di Jepang dan pasar Eropa. Sementara di Indonesia, baru akan dipasarkan menjelang akhir tahun ini. "Ada kemungkinan untuk sistem ABS untuk digunakan pada model lain," katanya.

Pasar motor sport sendiri hanya mencapai 9 persen dari pasar sepeda motor secara keseluruhan, tetapi optimis bahwa andalannya yang terbaru dengan harga Rp. 33.150 juta akan diproduksi dalam kisaran 300 hingga 400 unit per bulan. "Komponennya 90 persen buatan lokal sehingga kami optimis bisa bersaing," katanya.

PT SIS juga menawarkan model sepeda motor lainnya dengan kapasitas mesin 150 CC dengan fasilitas sistem pengapian tanpa kunci. Hal ini memungkinkan sepeda motor untuk dihidupkan tanpa perlu kunci kontak. harga yang ditawarkan mencapai Rp. 30.150 juta. Sementara tipe standar dilepas seharga Rp. 29.150 juta.

Penambahan fitur ABS akan semakin meramaikan pasar untuk kelas 150 CC kendaraan roda dua, khususnya penggemar sepeda motor sport.