Jakarta – Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Perindustrian baru saja merilis PPnBM (Pajak Penjualan atas Barang Mewah) dengan skema baru. Salah satu poin penting dari peraturan ini memberikan peluang bagi Indonesia untuk mengekspor kendaraan listrik ke berbagai negara, salah satunya yang mungkin digali adalah Australia.
Salah satu merek mobil Jepang di Indonesia yang berpotensi mengekspor kendaraan listrik ke negara Kanguru adalah Toyota. Maklum, pabrikan berlogo tiga elips tidak lagi ada di Australia sejak 2017. Jadi PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) punya peluang besar mengekspor mobil di sana.

Jika ada kesempatan, mobil apa yang akan diekspor TMMIN ke Australia? Direktur Utama PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) menjelaskan Warih Andang Tjahjono, mobil yang kemungkinan akan diekspor adalah SUV (Sport Utility Vehicle).

"Sekarang ini tren gaya SUV di mana-mana. Tentunya kita berpikir ke arah itu," kata Warih, kepada wartawan, di Jakarta, Selasa (19/3/2019) malam.

Warih menambahkan, meskipun untuk pasar ekspor di Asia Tenggara yang dikendalikan oleh Thailand, produk mobil rakitan Indonesia di masa depan bisa kompetitif.

"Produk kami tidak bisa bicara banyak. Tetapi jika daya saing ditingkatkan melalui kebijakan (kebijakan) yang bisa. Misalnya logistik menjadi kompetitif, itu juga harus diperjuangkan," lanjut Warih.

"Dan pada awal ekspor ke tujuan baru, biasanya tahun pertama (penjualan) tidak stabil. Setelah tahun kedua baru dilihat, apakah produk kita punya potensi," pungkasnya. (lua / kering)