Jakarta –

Memang ada kejadian lucu yang bisa kita temukan di jalanan. Di Malaysia, ada penumpang sepeda motor yang menggunakan helm terbalik Kok bisa?

Kejadian ini berhasil diabadikan oleh salah satu pengemudi mobil dan diunggah oleh akun @ Superauto356. Tampaknya momen itu terjadi di persimpangan jalan sambil menunggu lampu lalu lintas.

Pengemudi mobil di awal video terlihat memarahi pria di jok belakang motor. Pria yang dipanggil itu tampak bingung dan memasang wajah kotor. Namun saat diberi tahu bahwa helm yang dikenakannya adalah yang terbaik dan diingatkan bahwa ia bisa mendapatkan tiket elektronik, pria tersebut langsung tersenyum.

"Bang, ini situs helm yang salah, belakang ke depan, depan ke belakang. Nanti ada LTE yang bakal kena LTE. Ah … terbalik sama sekali," ujar salah satu penumpang mobil mengingatkan para penumpang motor. sambil tertawa.

Bagian belakang helm tampaknya tidak diketahui oleh pengangkut sepeda motor. Ketika dia menoleh ke temannya di belakang, dia tertawa geli. Pria yang duduk di jok belakang akhirnya tersenyum dan mengoreksi posisi helm terbalik miliknya.

[Gambas:Instagram]

Sebagai catatan, helm memiliki peran vital dalam mengurangi dampak benturan pada bagian kepala motor saat terjadi kecelakaan. Karena itu, pemilihan helm dan penggunaannya tidak boleh sembarangan.

Saat memilih ukuran helm misalnya, sebaiknya tidak memilih helm yang terlalu besar. Helm berukuran besar memang bisa membuat nyaman penggunanya karena tidak membuat kepala kencang. Namun di sisi lain, helm ini berisiko.

Nuswandari menjelaskan dari bagian Quality Control helm Cargloss, saat ingin membeli helm, calon konsumen harus mencobanya di tempat. Ini untuk menentukan apakah helm tersebut cocok dengan ukuran kepala calon pengguna.

“Memang harus diuji langsung. Dan helm harus sesuai dengan ukuran kepala calon penggunanya,” kata Nuswandari, kepada detikOto, di Pabrik Cargloss, Citeureup, Bogor, saat itu.

Lantas apa sajakah indikator cocok atau tidaknya helm di kepala calon pengguna?

Intinya helm yang baik harus mencengkeram pipi pengguna dengan baik. Artinya saat pengguna menggelengkan kepala ke kiri dan ke kanan, helm tetap mengikuti kepala pengguna, lanjut Nuswandari.

Menurut Nuswandari, ada risiko tersembunyi jika pengendara sepeda motor memakai ukuran helm yang terlalu besar dan longgar di bagian kepala.

Bahayanya helm mudah lepas jika ukurannya terlalu besar, misalnya biasanya kita pakai ukuran M lalu pakai XL, risikonya helm besar bisa lepas, lanjut Nuswandari.

Yang dikhawatirkan jika pengendara sepeda motor memakai helm yang terlalu besar, helm tersebut berpotensi lepas saat terjadi kecelakaan. Sebagus apapun kualitas helm tersebut, jika helm terlepas saat terjadi benturan maka akan sangat berbahaya.

Tonton Video "Keren! Polda Riau Pakai Helm Robocop Deteksi Virus Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(lth / din)