Jakarta –

Pengadilan Amerika Serikat menjatuhkan hukuman 18 bulan penjara kepada mantan insinyur Google Anthony Levandowski. Pria ini didakwa mencuri data mobil otonom beberapa bulan sebelum ditunjuk sebagai uber head, yang merupakan salah satu saingan Google dalam mengembangkan mobil otonom untuk transportasi online.

Hakim A. William Alsup di San Francisco mengatakan Levandowski, yang dijatuhi hukuman pada hari Selasa, telah menandatangani kesepakatan pada bulan Maret. Levandowski akan mendekam di penjara setelah pandemi COVID-19 mereda.

Alsup mengatakan hukuman penjara yang singkat akan memberikan lampu hijau kepada insinyur yang cerdas di masa depan untuk mencuri rahasia dagang. Sedangkan yang diambil Levandowski termasuk strategi pembajakan trading pesaing.

Levandowski diyakini telah melakukan pencurian kekayaan intelektual Silicon Valley. Levandowski menyetujui kompensasi untuk menyelesaikan masalah dua minggu setelah dia bangkrut.

Akibat perbuatannya tersebut, ia berutang C USD 179 juta atau Rp 2,6 triliun untuk menyelesaikan perselisihan yang timbul dari perbuatannya. Levandowski meninggalkan Google pada Januari 2016.

Sejumlah perusahaan jasa transportasi online tengah mengupayakan layanan taksi tanpa sopir. Pencurian data oleh Levandowski berpotensi menimbulkan persaingan tidak sehat dan menggerogoti rencana perusahaan di bidang ini.

Google memiliki perusahaan mobil otonom di bawah Google & # 39; s Alphabet Inc. bernama Waymo LLC. Perusahaan pernah merilis prototipe 50 mobil tanpa pengemudi yang disebut Firefly. Setelah itu, mobil otonom Google diganti dengan Chrysler 600 yang juga mengusung teknologi mobil tanpa pengemudi. Chrysler 600 menyediakan wahana untuk komunitas di kawasan Phoenix, Amerika Serikat.

Lihat video "TikTok Jatuh oleh Kreator India"
[Gambas:Video 20detik]
(rip / din)