Marquez merasa jauh lebih tertekan dalam mempertahankan gelar.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Menjadi juara dunia mungkin membutuhkan kerja keras. Namun, mempertahankan gelar, merupakan tantangan baru bagi pebalap MotoGP Marc Marquez.

Dalam penandatanganan kontrak kerja sama antara PT Astra Honda Motor (AHM) Indonesia dan Tim Repsol Honda, juara MotoGP 2019 mengakui bahwa ia mendapatkan lebih banyak tekanan ketika ia menang dan mempertahankannya. Namun, dia tidak punya masalah dengan tekanan itu.

"Tentu saja jika Anda sudah memiliki gelar, Anda akan mendapatkan lebih banyak tekanan. Tapi saya menyukainya," kata Marc dalam konferensi pers yang diadakan di Hotel Shangri-La, Jakarta Pusat, Selasa (4/2).

Menurutnya, jika seseorang mendapat tekanan lebih untuk mempertahankan gelar, maka itu adalah hal yang wajar bagi seorang juara. Artinya, banyak orang masih berharap orang-orang ini terus menjadi juara.

"Karena ya, kamu telah memenangkan seorang juara di masa lalu, dan kamu harus melindunginya sekarang. Ini mungkin targetku," jelas Marc.

Pembalap MotoGP Spanyol itu mengatakan ada tahapan untuk mencapai tujuan itu. Yakni, kerja sangat keras, terutama di musim 2020. Karena, menurutnya, musim ini, tidak hanya timnya juga melakukan pengembangan untuk kompetisi musim ini.

Ada tim lawan, yang menurut Marc juga akan mengembangkan diri. Karena itu, ia dan timnya juga harus bekerja sangat keras. "Tapi tahun ini akan sangat sulit, seperti setiap tahun." jelas pria yang akan berusia 27 pada 17 Februari.

Selain itu, ia dan timnya, akan terus fokus untuk mencapai tujuan mereka. Menurutnya, kerja sama antara tim, pembalap dan motor itu sendiri harus lebih baik dari sebelumnya. Mereka berkomitmen untuk terus menunjukkan potensi mereka.

PT AHM melanjutkan kerja sama dengan Repsol Honda Team untuk MotoGP Musim 2020. Salah satu bentuk kerjasama adalah dimasukkannya logo PT AHM "Satu Hati" pada sepeda motor Honda yang dikendarai oleh Marc dan Alex di MotoGP.