Jakarta –

Pada saat pelarangan mudik, masih banyak orang yang bertekad melanggar aturan mudik. Seminggu sebelum Lebaran, beberapa orang masih bertekad untuk menggunakan perjalanan gelap untuk kembali ke rumah.

Polisi Metro Bekasi mengamankan lusinan perjalanan gelap yang bertekad untuk mengangkut penumpang yang pulang di tengah pandemi virus Corona (COVID-19). Lusinan perjalanan ilegal diamankan di jalan arteri perbatasan Bekasi-Karawang.

Lalu Lintas Kasat Mabes Polres Metro Bekasi, AKBP Rachmat Sumekar mengatakan, lusinan perjalanan ini diamankan pada hari Minggu 17 Mei 2020 kemarin dari pukul 12:00 hingga 19:00 WIB. Mereka diamankan di jalan arteri perbatasan Bekasi-Karawang.

"Kami menangkap 40 perjalanan ilegal. Kebanyakan dari mereka adalah lempengan hitam," kata Rachmat seperti dikutip oleh Kepolisian Nasional NTMC.

Rachmat menambahkan, dari 40 perjalanan ilegal, total 300 penumpang juga diamankan. Pelancong mudik bepergian ke Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.

Dia mengatakan, ratusan pelancong mendapatkan informasi perjalanan dari rekan mereka. Per penumpang ditarik dengan tarif Rp 500 ribu hingga Rp 700 ribu.

Menurutnya, pengendara perjalanan ilegal ditilang. Karena, perjalanan gelap beroperasi tanpa rute.

Rachmat menjelaskan bahwa para pemudik bertekad untuk pulang karena mereka tidak memiliki pekerjaan. Mereka juga menjadi korban Pemutusan Hubungan Kerja (FLE).

Lihat videonya "Cerita Film Pendek Jangan Pulang dari Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan"
[Gambas:Video 20detik]
(rgr / din)