Jakarta – Kehadiran tren kendaraan listrik di seluruh dunia akan membuat sejumlah industri otomotif bangkrut & # 39 ;. Kurang lebih dari industri adalah produsen pelumas atau minyak.

Ya, seperti diketahui, kendaraan listrik tidak akan menggunakan cairan pelumas seperti pada mesin pembakaran internal. Secara otomatis jika industri kendaraan listrik didirikan, permintaan akan pelumas akan hilang.

Untuk menghadapi perubahan ini, produsen pelumas juga mulai memindahkan diversifikasi bisnis. Salah satu perusahaan yang melaksanakan konsep ini adalah Pertamina.

Seperti diketahui, Pertamina memiliki lini bisnis pelumas manufaktur melalui Pertamina Pelumas. Dengan tren yang berubah terhadap kendaraan listrik, pelat merah & # 39; perusahaan juga mulai berekspansi ke industri kendaraan listrik.

"Jadi kami sudah menyiapkan bisnis pengganti untuk menghadapi nanti, misalnya oli mesin ini diganti dengan motor listrik," jelas VP Corporate Development PT Pertamina Lubricants Mohamad Zuchri, kepada wartawan, di sela-sela Pertamina-JAMA Engine Oil Seminar 2019, di Jakarta Senin (11/11/2019).

Pertamina, menurut Zuchri, telah mulai membangun bisnis dengan memproduksi pembuat kendaraan listrik.

"Kami telah bekerja sama dengan PT Wika, secara kebetulan, Wika ditunjuk oleh pemerintah untuk mengembangkan sepeda motor listrik. Jadi kendaraan itu dibuat oleh Wika Group melalui PT Wima. Kemudian untuk baterai, kami ditugaskan tugas menyiapkannya," Zuchri melanjutkan.

Selain itu, Pertamina juga terus melakukan studi untuk pengadaan SPLU (General Electric Filling Stations). "Stasiun pengisian daya dan sebagainya, kami saat ini sedang melakukan studi visibilitas untuk itu. Kami juga memetakan daerah mana (di Indonesia) yang mungkin untuk dipasang oleh ESS Electric Shoping System," kata Zuchri. (lua / ddn)