Jakarta –

Maverick Vinales mengaku melakukan kesalahan dalam insiden rem gagal di MotoGP Styria. Hampir celaka dan membahayakan pengendara lain, dia menyadari seharusnya dia berhenti lebih awal.

Setelah nyaris tertabrak motor terbang pada pekan sebelumnya, Vinales kembali mengalami momen tak kalah mengerikan di MotoGP Styria. Rem motor yamaha yang dikendarainya mengalami kegagalan, kondisi yang memaksanya untuk melompat dari motor dengan kecepatan 220 km / jam.

Vinales tidak terluka dalam insiden tersebut. Namun sepeda motor tersebut rusak parah karena menabrak pembatas dan terbakar.

Atas kejadian ini, Vinales mendapat kritik. Ia dianggap membahayakan pengendara lain karena ngotot membalap meski sudah merasa ada masalah dengan sistem pengereman M1.

"Di Austria kami menghancurkan semua yang bisa kami hancurkan. Ada dua minggu yang absurd. Dalam balapan motor selalu ada risiko, kami tahu itu dan saya beruntung bisa keluar tanpa cedera. Hal seperti ini bisa terjadi, saya tahu itu," kata Vinales dalam wawancaranya dengan stasiun radio yang dikutip dari GPOne.

"Itu salah saya. Saya tidak mau berhenti (dari balapan). Saya terus melaju dari putaran demi putaran sampai remnya lepas. Pada akhirnya, tidak ada kampas rem, lepas, dan saya tidak punya rem. Seharusnya saya berhenti lebih cepat. Ingin mencetak poin, mengejar klasemen, ”lanjut Vinales.

Vinales mengaku, beberapa lap sebelum rem mengalami masalah. Namun karena mendadak remnya membaik, ia memutuskan untuk melanjutkan balapan.

"Ketika saya menyadari ada masalah dengan rem, saya mengangkat tangan agar pembalap lain bisa melewati saya. Saya berada di belakang (Andrea) Dovizioso dan membiarkan dia kabur, lalu Valentino dan Quartararo datang dan motor saya bisa mengerem lagi. Tapi saat balapan dimulai lagi, itu kembali. Bermasalah. "

Saya membiarkan pengendara lain menjauh. Saya tidak ingin membahayakan orang lain, kata Vinales.

Tonton Video "Ciamik Miguel Oliveira Maneuver in the Final Curve of the MotoGP Styria" Video
[Gambas:Video 20detik]
(din / rip)