Jakarta – Penggunaan suspensi aftermarket adalah pilihan pengendara sepeda motor untuk mendukung kenyamanan berkendara. Ohlins misalnya, ternyata pangsa pasar terbesar adalah skuter matic 150 cc.

"Saat ini pangsa pasar Ohlins ada pada skuter, terutama sekarang ketika keluar besar seperti Honda PCX dan Forza, juga Yamaha Nmax dan Xmax. Pada dasarnya sepeda motor 150 cc ke atas seperti Honda Vario juga bagus," kata PT Sena Autopart Indonesia Sales & Marketing Nana Budhi Satya beberapa waktu lalu.

Setelah skuter, segmen motor sport menjadi pasar penjualan suspensi yang dibuat oleh Swedia. "Diikuti oleh olahraga 250 cc, seperti Kawasaki Ninja 250, Honda CBR 250 RR, dan Yamaha R25," tambah Nana.

Salah satu kelebihan suspensi Ohlins adalah tingkat kelembutannya bisa disesuaikan dengan gaya mengemudi pengguna. "Tingkat kekerasan juga bisa disesuaikan sesuai selera, yang kerap menyudutkan, touring pasti ingin setelan yang berbeda. Jadi tingkat kekerasan bisa disesuaikan," kata Nana.

"Kompresi selalu terintegrasi dengan tabung, jika yang terintegrasi dengan namanya adalah rebound. Berfungsi untuk mengatur kinerja shock yang cepat atau lambat. Tetapi kompresi juga dapat disesuaikan menjadi lebih keras atau lebih lembut karena kita memiliki suku cadang," Nana menjelaskan.

Untuk suspensi skutik, harga tetap di Rp. 3-7 juta, untuk olahraga motor di kisaran Rp. 7-8,5 juta. Sedangkan untuk motor yang lebih besar seperti Ducati Scrambler, Kawasaki W 800, Triumph Bonneville, Truxhton, Scrambler harganya berkisar dari Rp. 7-11 juta. (riar / ddn)