Jakarta – Pengendara sepeda motor saat ini semakin dihadapkan dengan berbagai pilihan pernak-pernik otomotif, termasuk jas hujan. Di pasaran ada berbagai jenis harga yang ditawarkan mulai dari puluhan ribu hingga ratusan ribu harga.

Mohamad Said, pemilik produsen jas hujan Acold berbagi kiat memilih jas hujan yang berkualitas. Ia mengatakan pemilihan bahan menjadi salah satu kunci kualitas jas hujan.

"Kualitas bisa dibuat dari bahan, tetapi bahan itu didapat dari proses produksi orang lain, jadi jika proses pembuatannya terutama di bagian penyegelan, jas hujan bisa dengan mudah meresap," kata Said kepada detikOto di bengkel PT Acold Prima Kreasi, di Depok, Jawa Barat.

Selanjutnya, selama proses pembuatan jas hujan, setelah dijahit, mereka tidak dapat dikirim langsung ke konsumen. Ada satu proses penting yang dilakukan dengan menekan jas hujan menggunakan mesin sealer jahitan untuk melapisi jas hujan di bagian yang dijahit. Fungsinya untuk menghindari air merembes ke celah jas hujan.

"Biasanya ketika jas hujan merembes, itu karena proses pers tidak sempurna," kata Said.

Selain memasuki tahap penyegelan, bagian-bagian yang rentan terhadap air juga berlapis. Said menambahkan, bahan baku yang ia gunakan diproduksi di Korea, tetapi polyester atau taslan yang ia gunakan masih mudah diperoleh di distributor pakaian dalam negeri.

"Bahan kami adalah polyester, pelapis polyurethane (PU), bahan dari Korea hanya bisa didapatkan di Indonesia, kelebihannya pasti tahan air, tidak kaku, tidak mudah pecah, dan tidak panas saat digunakan," kata Said. (riar / lth)