Jakarta – Pemerintah telah menetapkan bahwa aplikasi Bahan Bakar Biodiesel B30 yang diproyeksikan dapat sesuai dengan Euro 4 untuk mesin diesel pada tahun 2021. Bahan bakar sedang dipertimbangkan dan akan mulai diuji pada awal 2019.

Aplikasi B30 merupakan perpanjangan dari pemanfaatan B20 yang sedang dilaksanakan sekarang. Hal ini dinyatakan dalam Peraturan Menteri LHK Nomor P20 / MenLHK / Setjem / Kum.1 / 3/2017.

Direktur Industri Maritim, Peralatan Transportasi, dan Peralatan Pertahanan Putu Juli Ardika dalam Forum Diskusi Cerdas Jurnalis Otomotif Indonesia (Forwot), Jakarta, Selasa (27/11/2018) mengungkapkan bahwa minyak diesel ini dengan 30 persen campuran sayuran sebagai Euro 4 BBM pada 2021.

"Akhir tahun ini sebenarnya sudah mulai persiapannya. Perkembangannya bagus, sekitar 80-90 persen. Masih 10 persen," kata Putu.

"Ini masih dalam pembahasan. Wacana ini muncul karena dalam waktu dekat, 2019, kami akan melakukan pengujian sementara pada tahun 2021 pelaksanaan Euro 4. telah dimulai. Jadi ada pemikiran mengapa tidak semua, daripada kemudian diuji lagi Tapi ini belum diputuskan, "lanjutnya.

Sementara itu Agus Saptono, Kepala Sub Direktorat Pelayanan Bioenergi dan Pengawasan Bisnis di Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, mengungkapkan bahwa Biodiesel sejak awal tidak dirancang untuk Euro 4. Meski begitu, semua bentuk pemanfaatan energi dapat dipahami mengikuti berbagai jalan. peta yang sebelumnya ditetapkan.

"Sebenarnya tidak seperti itu. Kami mengikuti pola di Indonesia, B20, Euro 4, itu kebijakan eksternal. Jadi kami mencoba menyinkronkannya pada akhirnya," jelas Agus.

"Mengapa kita tidak langsung ke B30. Kita melihat level resistance cukup bagus, dari sisi teknis, yang utama adalah banyak. Ini berarti bahwa kita sedang memperbaiki segalanya, pengujian B30 masih dilakukan karena peraturan yang ada. belajar, "tutupnya. (ruk / lth)