Ban mobil merupakan penentu keamanan dan kenyamanan dalam berkendara.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Menjelang musim hujan, pengguna mobil harus mengecek kembali kondisi ban. Komponen yang bersentuhan langsung dengan permukaan jalan ini merupakan salah satu penentu keselamatan dan kenyamanan dalam berkendara.

Head of After Sales & CS Operation PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) Boediarto mengatakan pemilik kendaraan bisa mengecek kondisi ban dengan beberapa cara sederhana, misalnya mengecek tekanan angin dan kondisi keausan ban.

“Sebagai komponen mobil bergerak yang bersentuhan langsung dengan permukaan jalan, ban memiliki peran penting dan membutuhkan pengecekan serta perawatan secara berkala,” kata Boediarto dalam siaran persnya, Jumat (25/9).

“Pengecekan dan perawatan bisa dilakukan pengguna dengan cara memutar ban, mengecek tekanan udara, melakukan spooring dan balancing, serta mempersiapkan kondisi ban serep,” ujarnya.

Periksa Tekanan Udara

Poin ini adalah poin pertama dan paling mendasar dalam rutinitas pengecekan ban. Anda dapat dengan mudah melihat sekeliling mobil untuk melihat apakah ban kempes atau tekanan udara berkurang.

Selain untuk keamanan dan kenyamanan, tekanan udara yang sesuai spesifikasi akan membuat umur ban lebih lama dan hemat bahan bakar. Apabila tekanan udara pada ban kurang, maka resiko mengalami ban pecah lebih besar karena dinding samping ban terpaksa bersentuhan dengan jalan dan akhirnya menjadi aus / tipis sehingga tidak akan mampu menahan beban berat mobil.

Pengukuran Standar Tekanan Udara

Untuk melihat besar kecilnya tekanan udara sesuai standar pabrikan, Anda bisa melihat stiker yang biasanya terdapat pada pilar B sisi kanan pintu depan mobil, pada bagian pengemudi ' sisi s. Tekanan udara maksimal yang diperbolehkan oleh produsen ban juga biasanya tertera di dinding ban dan pengguna disarankan untuk tidak melebihi batas tekanan tersebut.

Rotasi Ban

Pada interval tertentu, perlu dilakukan rotasi atau perpindahan posisi keempat ban mobil. Intinya, laju keausan ban menyebar secara merata sehingga mempengaruhi kenyamanan berkendara.

Ada banyak cara untuk merotasi ban, tergantung dari jenis ban yang digunakan. Rotasi ban disarankan dilakukan setiap 10 ribu km.

Rutinitas Spooring

Selain perputaran ban, setiap kendaraan harus secara berkala mengecek kondisi ban (spooring). Idealnya, perawatan spooring dan balancing dilakukan setiap 10 ribu km, bersamaan dengan perputaran ban.

Jika Anda merasakan setir mobil bergetar, tidak lurus, atau jika melaju lurus lalu mobil cenderung ke kiri dan kanan, maka itu adalah indikator spooring dan balancing. Spooring adalah proses penyetelan kembali posisi keempat roda mobil seperti semula.

Sedangkan balancing adalah proses penyeimbangan putaran roda mobil. Jika perawatan tidak dilakukan, alhasil setir terasa bergetar dan keausan ban tidak merata.

Perhatikan Load

Usia ban ditentukan oleh gaya mengemudi Anda, salah satunya dengan menjaga kapasitas beban sesuai anjuran. Jangan melebihi daya dukung beban karena akan mengganggu fungsi ban dan pengereman, serta berpotensi membahayakan keselamatan dan kenyamanan berkendara.

Selain itu, gaya berkendara sangat menentukan kondisi ban. Misalnya, jika Anda terlalu sering melakukan pengereman dan menikung dengan kecepatan tinggi, ban akan cepat aus.

Ban serap

Pengemudi tidak tahu kapan harus membutuhkan ban serep, jadi sebaiknya cek kondisi ban serep tersebut. Meski berfungsi sebagai cadangan, Anda harus memastikan bahwa ban serep berfungsi dengan baik saat digunakan.

Pastikan juga kunci roda ada di dalam mobil dan jangan lupa memasang segitiga peringatan di bagian belakang mobil, sekitar 20 meter dari posisi belakang mobil.

sumber: Antara