Jakarta –

Alat Pemadam Api Ringan (APAR) wajib dipasang untuk mobil baru di Indonesia. Aturan ini mulai berlaku pada Januari 2020. Mengapa demikian?

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Budi Setiyadi mengatakan, kewajiban APAR didasarkan pada kejadian mobil terbakar di Indonesia. Penerapan APAR diharapkan dapat mencegah penyebaran lebih lanjut akibat adanya mobil yang terbakar.

“Banyak mobil kebakaran di Indonesia, kalau ada kasus (mobil terbakar) kerusakan dan korban jiwa cukup berat,” kata Budi kepada detikcom, Senin (6/10/2020).

Budi melanjutkan, kebijakan ini juga disiapkan untuk mengantisipasi kehadiran mobil listrik berbasis baterai atau KLBB sesuai arahan Presiden RI Joko Widodo. Perpres kendaraan listrik tersebut disebut dengan Peraturan Presiden Nomor 55 Tahun 2019 tentang Program Percepatan Aki Kendaraan Listrik Untuk Angkutan Jalan.

“Antisipasi Perpres 55 tentang kendaraan listrik,” kata Budi.

Kementerian Perhubungan menetapkan peraturan baru pada tanggal 18 Januari 2020 sesuai dengan Peraturan Direktur Jenderal Perhubungan Darat Nomor: KP.972 / AJ.502 / DRJD / 2020. Mobil baru yang wajib menggunakan APAR dijelaskan dalam Pasal 2 Ayat 2:

"Kendaraan bermotor untuk kategori M1, N1, N2, N3, O1, 02, 03, dan 04 untuk mobil penumpang, mobil kargo untuk mobil penumpang, dan mobil barang harus dilengkapi dengan fasilitas tanggap darurat berupa alat pemadam api ringan," kata artikel itu. .

Selanjutnya pada ayat 3 bahwa APAR disediakan oleh importir, pabrikan dan / atau perakit kendaraan bermotor.

Perpres ini juga mengatur bahwa bus kategori M2 dan M3 harus dilengkapi lebih banyak fasilitas tanggap darurat yaitu APAR, alat pemecah kaca berupa palu, alat pengendali darurat yang membuka pintu utama, dan akses keluar darurat berupa jendela dan atau pintu.

Tonton Video "Kisah Seorang Pengusaha Muda Memiliki Mobil Bekas Presiden Soeharto"
[Gambas:Video 20detik]
(riar / din)