Jakarta –

Mengemudi mobil otomatis sebenarnya tidak terlalu sulit. Selama Anda tahu cara mengoperasikannya, maka pengemudi dapat dengan mulus melibas mobil transmisi otomatis.

Namun, suka ada yang salah dengan penggunaan mobil otomatis. Terutama soal posisi kaki saat berkendara. Apakah Anda harus mengerem menggunakan kaki kiri, atau cukup dengan kaki kanan?

Sebelumnya, Direktur Pelatihan Keselamatan untuk Konsultan Pertahanan Indonesia (SDCI), Sony Susmana, memberi tips tentang posisi kaki yang tepat saat berkendara. Khusus untuk mobil otomatis, disarankan menggunakan kaki kanan untuk mengoperasikan pedal rem dan gas.

"Posisi tumit kaki kanan menempel di lantai dan tetap di depan pedal rem, apa pun sistem transmisinya. Itu tidak berarti rem otomatis menggunakan kaki kiri," kata Sony kepada AFP, Jumat (2/2) 28/2020).

Sedangkan kaki kiri, biasanya mobil otomatis memiliki ruang sandaran kaki untuk kaki kiri yang tidak memiliki pedal kopling. Namun, kata Sony, kaki kiri driver otomatis sebenarnya tidak sepenuhnya diistirahatkan.

"Tetapi ditempatkan di jejak kaki untuk menyeimbangkan tubuh pengemudi ketika bersiap-siap dalam kondisi ekstrem, terutama rem darurat, menikung dan lain-lain," katanya.

Karena, ketika fungsi satu sisi otot bekerja secara tiba-tiba, ia harus seimbang dengan otot di sisi lain. Tujuannya untuk mengurangi cedera otot.

Memang menurut Sony, di dunia mengemudi ada teknik rem menggunakan kaki kiri. Namun, itu dilakukan oleh para profesional.

"Pengemudi / pengemudi tingkat lanjut melakukan itu dalam tikungan tumpul. Namanya adalah Pengereman Kaki Kiri. Untuk pemula tidak disarankan," katanya.

Lihat video "Kepala Polisi Resmikan Indonesia Safety Driving Center di Tangerang Selatan"
[Gambas:Video 20detik]
(rgr / din)