Jakarta –

Salah satu fungsi dari nomor kendaraan adalah sebagai bukti bahwa kendaraan itu legal dan diakui oleh hukum yang berlaku. Namun, masih ada yang menganggap sepele dan menggunakan plat nomor yang tidak valid.

Misalnya sepeda motor otomatis yang diamankan oleh polisi karena menggunakan Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB) yang menggunakan bahasa Thailand. Sepeda motor yang bisa dikenali sebagai Honda Beat itu dihentikan oleh polisi dan direkam melalui video. Video ini dilihat oleh AFP di akun Instagram @ jakarta.keras.

"Ini sepeda motor Thailand, Swadikhap," kata polisi yang berusaha mencairkan suasana penindasan atas pelanggaran lalu lintas.

Polisi juga mencoba berkomunikasi dengan meniru aksen dan bahasa Thailand kepada para pelanggar. Sesuai dengan aturan pengendara yang melanggar itu terpaksa mengisi data administrasi untuk pelanggaran yang dilakukannya.

Berdasarkan UU No. 22/2009, pelanggaran terhadap sepeda motor ini akan dikenakan denda sebesar Rp. Plat nomor sepeda motor ini jelas tidak berlaku di Indonesia dan melanggar ketentuan hukum yang berlaku. Denda ini disebutkan dalam Pasal 280.

"Setiap orang yang mengendarai Kendaraan Bermotor di Jalan yang tidak dilengkapi dengan Nomor Registrasi Kendaraan Bermotor yang ditentukan oleh Kepolisian Republik Indonesia sebagaimana dimaksud dalam Pasal 68 ayat (1) akan dikenakan hukuman penjara maksimum 2 (dua) bulan atau denda maksimum Rp500.000 00 (lima ratus ribu rupiah), "demikian bunyi UU No. 22/2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Pasal 280.

Direktorat Lalu Lintas Daerah (Ditlantas) Polda Metro Jaya masih menggelar Operasi Patuh Jaya 2020. Operasi Taat, yang diselenggarakan pada 23 Juli hingga 5 Agustus, meliputi pelanggar lalu lintas.

Pada hari keempat Operasi Patuh Jaya 2020, Minggu (26/7/2020) kemarin, polisi mencatat 4.566 pelanggar lalu lintas terjaring dalam Operasi Patuh Jaya 2020.

[Gambas:Instagram]

Lihat video "Operasi Obedi Jaya Dimulai Hari Ini, 1.807 Personil Terkirim"
[Gambas:Video 20detik]
(rip / din)