Jakarta – Jas hujan atau mantel menjadi perangkat yang tidak bisa dilepaskan dari pengendara sepeda motor saat hujan. Tapi Otolovers tahu bagaimana jas hujan diproduksi? Nah, kali ini Detikoto mencoba mengunjungi salah satu rumah produksi jas hujan berkualitas terbaik di Depok, Jawa Barat.

Ternyata untuk bisa memproduksi jas hujan tidak mudah, bahan khusus membuat pekerja yang membuat jas hujan lebih hati-hati dalam memproduksi jas hujan terbaik. Apalagi permintaan pasar saat ini untuk jas hujan, jas hujan harus memiliki peran ganda. Selain memiliki efek daun talas, jas hujan saat ini juga harus fashionable, sehingga ketika tidak hujan jas hujan bisa berubah menjadi jaket yang nyaman.

Beruntung kali ini detikOto bersama dengan pemilik rumah produksi jas hujan PT Acold Prima Kreasi, Mohamad Said, melihat secara langsung bagaimana proses pembuatan jas hujan yang dimulai 5 tahun lalu di bengkelnya, yaitu di Jl. Nurul Iman, Tapos, Depok, Jawa Barat.

Said menjelaskan, membuat jas hujan mirip dengan membuat pakaian orang biasa. Namun ada satu proses penting yang tidak boleh dilewatkan agar jas hujan tidak bocor saat terkena air.

"Yang pertama kita potong dulu (bahannya) sesuai polanya, dulu dipotong biasanya sekitar 50 hingga 100 lembar," kata Said kepada detikOto.

"Setelah dipotong, jika memang ada sablon, kita akan menyaringnya terlebih dahulu, tetapi jika kita tidak memilikinya, kita akan segera mulai menjahit," kata Said.

Saat ini ada delapan karyawan yang membantu Said membuat jas hujan. Para karyawan dibagi menjadi tugas, mulai dari memotong, menjahit, menyegel, dan menyelesaikan. Dalam pemantauan ada sekitar 8 mesin jahit, satu mesin penyegel, dan satu mesin pemasangan tombol.

Di salah satu sudut ruangan, ada mesin pelapis jahitan untuk melapisi jas hujan di bagian yang dijahit. Nah, alat ini digunakan untuk jas hujan tekan, sehingga untuk menghindari air merembes ke celah jas hujan.

"Kemudian setelah dijahit, biasanya ada pori-pori atau lubang kecil di sekitar tusukan jarum, sekarang kami memiliki proses yang disebut mesin penyegel sealer, fungsinya adalah untuk menutup pori-pori sehingga ketika terkena hujan tidak bocor , "Kata Said.

Produksi Jas Hujan Foto: Ridwan Arifin

Proses terakhir, hanya menyelesaikan bagian-bagian seperti merapikan benang, memasang puring, hingga kancing.

Harga jas hujan yang dijual oleh produk Acold mulai dari Rp. 195.000 untuk karet (PVC), dan Rp. 250.000 untuk balon atau pelapis polyster PU.

"Kami merancang tidak hanya untuk pengguna sepeda motor dalam menghadapi hujan, tetapi juga untuk jaket sehari-hari, desainnya juga modis, meskipun digunakan di kantor," kata Said.

"Kenyamanan bahannya lembut dan tidak kaku, karena kami menggunakan bahan dari Polystere PU Coating sehingga nyaman dipakai baik dalam kondisi hujan maupun cuaca cerah," katanya.

Desain produksi Acold cukup beragam, ada jas hujan khusus untuk wanita yang mengenakan rok, jubah, dan kerudung dan sekarang mereka juga diproduksi untuk pendaki gunung.

Dalam sebulan, rumah produksi jas hujan Acold dapat mencetak skor sekitar 1.500. Permintaan meningkat ketika musim hujan tiba. (riar / lth)