Konsumsi bahan bakar rata-rata untuk rute luar kota sekitar 18 km / jam.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Teknologi hybrid menjadi bukti upaya para engineer menghadirkan mobil ramah lingkungan. Baik dari segi konsumsi bahan bakar maupun emisi.

Untuk pasar Indonesia, Toyota tampaknya menjadi salah satu pabrikan paling agresif menghadirkan produk hybrid. Merek Jepang ini telah memasarkan berbagai line up hybrid mulai dari mobil kompak, crossover, sedan hingga multi purpose vehicle (MPV).

Republika.co.id berkesempatan menjajal salah satu produk hybrid kasta tertinggi Toyota yaitu All New Camry Hybrid. Untuk menguji fitur, kepraktisan, efisiensi, dan keandalan All New Camry Hybrid, Republika.co.id menjajal kendaraan listrik hybrid (HEV) ini pada jalur Jakarta-Solo melalui tol Trans Jawa.

Karena ini adalah mobil HEV dan bukan kendaraan listrik hibrida plug-in (PHEV), kami tidak perlu mencolokkan stopkontak untuk mengisi ulang baterai. Mengingat, sistem hybrid pada mobil ini menerapkan teknologi rem regeneratif yang mengubah energi kinetik menjadi listrik.

Selain itu, dalam kondisi tertentu, internal combustion engine (ICE) pada mobil ini juga berfungsi sebagai generator listrik untuk mengisi baterai. Dengan kombinasi teknologi ini, berarti pengemudi tidak perlu menyesuaikan budaya pengisian ulang.

Pengemudi hanya perlu mengisi bahan bakar minyak (BBM) layaknya mobil konvensional dan membiarkan Toyota Hybrid System (THS) menentukan kapan waktu yang tepat untuk menggunakan mesin bensin dan kapan harus menggunakan motor listrik dan kapan saat yang tepat untuk melakukan proses pengisian baterai.

Saat mulai duduk di setir, pengemudi langsung disambut dengan tombol start stop mesin berwarna biru yang seolah menegaskan bahwa ini adalah mobil ramah lingkungan. Setelah ditekan, sistem akan mengaktifkan semua fungsi kelistrikan tanpa harus menghidupkan mesin bensin.

Jika memang kapasitas baterai mencukupi, mobil bisa dijalankan dengan motor listrik. Artinya All New Camry Hybrid bisa berjalan dengan tenang dan tanpa mengeluarkan emisi. Mode ini bisa digunakan terus menerus selama Anda masih berkendara di dalam kota dan tidak membutuhkan daya dorong yang relatif besar.

Saat mulai membutuhkan tenaga lebih, THS otomatis akan mengaktifkan mesin bensin dengan transisi yang mulus. Transisi ini akan berlanjut secara otomatis dan mulus sesuai dengan kondisi perjalanan.