Jakarta – Di era emansipasi ditambah dengan kemajuan teknologi, perempuan semakin mandiri. Pekerjaan dan ketangkasan mereka tidak kalah dengan pria. Bahkan wanita menjadi tulang punggung keluarga karena kondisi.

Seperti yang dialami Penny Purwanti, seorang wanita berusia 37 tahun yang telah menjadi orang tua tunggal sekarang harus mendukung keempat anaknya dengan mengandalkan profesi ojek sepeda motor online.

Dia berkeliling jalan menggunakan sepeda motor selama hampir 6 tahun untuk menjalani profesi sebagai sopir ojek. Namun ada pengalaman rumit yang telah dijalani bersama anak bungsunya.

"Saya biasa membawa makanan dan pergi-pergi ketika saya berumur satu tahun hingga dua tahun. Saya membawanya setiap hari dari pagi hingga sore, meletakkannya di kursi depan," kata Penny.

Selama proses tidak ada protes yang diajukan oleh pelanggan. Meskipun dia mengakui bahwa ini tidak sesuai dengan Standar Operasional Prosedur.

"Sebelum saya berbincang dengan pelanggan, saya berkata bawa anak itu, jika pelanggan tidak apa-apa saya sedang dalam perjalanan," kata Penny.

"Yang terjauh dari Cibubur ke Narogong dan Bogor Ciawi, putra Gojek," kata Penny.

Hal ini terpaksa dilakukan, karena pada waktu itu Penny berusaha untuk menjaga anak bungsunya sambil mencari nafkah untuk ketiga anak lainnya yang masih bersekolah.

Dalam perjalanan ke sepeda motor selama satu tahun bersama putranya, ada sesuatu yang paling diingat oleh Penny. "Jangan pernah menyerah mas D`s massiv kata, yang sedih bahwa jika musim hujan makan di pinggir jalan, setelah kami menggantung barang, itu harus lelah, saya rusak dan tidur di sepeda motor," Penny kata sambil menahan air mata.

"Jadi bisa dibilang anak ini seperti lagu Iwan Fals, & # 39; anak kecil itu bertarung dengan waktu, tidak punya waktu untuk menikmati," sepotong lirik yang dinyanyikan tanpa nada oleh Penny.

Dia mengatakan bahwa untuk saat ini dia tidak lagi mengundang anak bungsunya yang sekarang berusia 5 tahun untuk menjadi seorang pengemudi sepeda motor. Penny lebih suka pergi ketika anak-anak lain pulang sekolah.

"Saya sekarang mulai meninggalkan anak-anak saya untuk pulang ke rumah jam 4 sore, jika hari Senin biasa sampai Jumat dari jam 5 sore sampai jam 11 malam, itu bisa menjadi Rp 200 ribu, tetapi jika saya mulai dari jam 8 pagi sampai jam 11 malam. 12 malam bisa mendapat Rp 300 hingga Rp400 ribu, "katanya.

Seperti kebanyakan orang tua & # 39; ingin, mereka ingin melihat anak-anak mereka memiliki tingkat pendidikan yang tinggi. Ini juga diimpikan oleh Penny dan salah satu anaknya yang masih duduk di bangku SMP.

"Anak saya pernah bertanya, bisakah saya pergi ke perguruan tinggi atau tidak? Saya hanya bertanya apakah Anda yakin Anda tidak bisa kuliah, saya hanya memberi motivasi, antusiasme. Bahkan jika seseorang kecewa, jangan pernah marah dengan orang itu, karena Tuhan tidak pernah tidur, "kata Penny. (riar / lth)