Jakarta – Pabrikan Cina, Wuling, menyatakan permainan serius di pasar otomotif Indonesia. Buktinya, pabrikan Cina yang berkolaborasi dengan General Motors (GM) ini membangun pabrik pertama di Indonesia yang berdiri di Cikarang, Jawa Barat.

Ketika pertama kali membuka pabrik di Cikarang, Wuling berkomitmen untuk banyak berinvestasi di Indonesia. Bahkan, Wuling telah berjanji untuk menjadikan Indonesia sebagai basis produksi mobil di Asia Tenggara. Ini berarti bahwa Wuling akan mengekspor mobil buatan Indonesia ke beberapa negara.

Tapi, selama hampir dua tahun membangun mobil di Indonesia, janji Wuling untuk mengekspor mobil belum selesai. Bahkan, pesaing yang juga pendatang baru, Mitsubishi Xpander, belum diekspor ke berbagai negara hanya dalam dua tahun.

Mitsubishi Xpander diluncurkan pada Agustus 2017 dan diekspor saat itu belum genap pada bulan April 2018.

Brand Manager Wuling Motors Indonesia, Dian Asmahani, mengatakan bahwa perusahaan masih memiliki rencana untuk mengekspor mobil buatan Indonesia. Tetapi, kata Dian, untuk mengekspor mobil Wuling membutuhkan waktu.

"Jika kita berbicara tentang tujuan jangka panjang, kita pasti akan mengekspor. Dan itu benar-benar bukti pada saat kita datang ke Indonesia untuk berbicara tentang ekspor," kata Dian di sela-sela uji coba media Wuling Almaz. ke Sukabumi-Bogor, Jawa Barat, Rabu (3/3/2019).

"Tapi kami butuh waktu, produk apa yang akan diekspor dan negara mana yang menjadi tujuan ekspor. Perlu penelitian lebih dalam. Kami sedang dalam kemajuan lagi tetapi untuk saat ini kami masih fokus pada Indonesia," lanjut Dian.

Yang pasti, Dian mengatakan sudah melakukan riset untuk mengekspor mobilnya. Tetapi sampai sekarang Wuling belum waktunya untuk mengekspor mobil.

"Kami masih mengamati mana yang benar. Karena kami perlu mengekspor waktu yang tepat, negara mana, produknya harus benar. Jadi kami tidak bisa mengungkapkannya, karena kami masih fokus pada pasar Indonesia," kata Dian. (rgr / ruk)