Manggarai, NTT – detikOto adalah salah satu media yang diundang ke acara 2018 PCX Luxurious Touring (24-28 / 2018). Kegiatan ini adalah kesempatan bagi masyarakat dan media untuk mencoba ketangguhan PCX Honda saat digunakan pada rute Pulau Flores, yang terkenal ekstrim dengan banyak jalan berliku dan menanjak. Begitu banyak, rute Flores dikatakan memiliki 1.000 tikungan, kemiringan, dan turunan.

Jadi bagaimana kesan mengendarai tester tester dengan PCX pada garis ekstrim itu? Pertama dalam hal posisi berkendara, Honda PCX menawarkan posisi mengemudi yang ergonomis. Seorang penguji dengan tinggi 165 cm dan berat 69 kg cukup dimanjakan dengan posisi setang dan kaki yang tinggi yang bisa diregangkan berkat langkah kaki yang panjang.

Tapi sayangnya, kaki penguji harus berjinjit ketika sepeda motor berhenti. Ini karena profil kursi PCX yang lebar. Tapi masalahnya bisa diatasi dengan duduk sedikit ke depan sehingga kaki bisa sempurna menapak ke permukaan aspal. Untuk diketahui, PCX memiliki spesifikasi ketinggian kursi 764 mm dan ground clereance 137 mm. Foto: Dok. AHM

Terus handling, Honda PCX memiliki kontrol yang cukup bagus. Meskipun sekilas skuter ini terlihat besar, tetapi setelah melintasi jalan dengan huruf & # 39; huruf s & # 39; di Flores, skuter yang memiliki wheelbase 1.313 mm masih mudah dikendalikan. Dimensi, PCX memiliki panjang x lebar x tinggi 1.923 x 745 x 1.107. Sedangkan untuk berat, 131 Kg (CBS) dan 132 kg (ABS).

Kinerja

Di atas kertas, Honda PCX membawa mesin empat langkah PGM-FI eHP SOHC, berpendingin cairan. Tenaga skuter maksimum diklaim sekitar 14,4 hp pada 8.500 rpm dengan torsi maksimum 13,2 Nm pada 6.500 rpm. Lalu bagaimana dengan saat mesin & # 39; disiksa & # 39; sepanjang rute Ruteng-Labuan Bajo yang kami lewati?

Terus terang, PCX memiliki kinerja yang cukup baik ketika harus diundang untuk bekerja keras melalui setiap tikungan yang rusak dan melahap incline untuk kemiringan. Namun untuk menjaga momentum, pengendara harus sangat pandai menjaga putaran gas agar mesin berputar pada rpm tengah hingga atas.

Foto: Dok. AHM

Berbicara tentang sektor redaman, shockbreaker belakang PCX sendiri dapat dikatakan cukup sulit. Namun pengaturan penguji rasa ini cukup oke untuk melewati medan ekstrim. Sehingga tidak ada gejala pusing ketika melewati jalan yang rusak atau menikung. Satu hal yang mungkin harus diperbaiki AHM di masa depan, adalah busa kursi PCX yang cukup sulit. Ini cukup menyebalkan saat berkendara.

Foto: Dok. AHM

Kendala lain yang dialami oleh awak media dan 8 komunitas pengendara sepeda motor adalah bahwa cuaca cukup tidak bersahabat. Di Flores, Nusa Tenggara Timur, hujan bisa datang dan pergi tiba-tiba. Menghadapi kondisi cuaca yang sering berubah, ban PCX yang memiliki profil 100 / 80-14 M / C (depan) dan 120 / 70-14 M / C (belakang) cukup nyaman digunakan dan tidak licin sama sekali, terutama ketika melewati jalan basah.

Pengereman

PCX memiliki dua varian, yaitu CBS dan ABS. Kebetulan saat pengujian di Flores kemarin, detikOto menggunakan PCX yang memiliki fitur Antilock Braking System (ABS). Meskipun PCX hanya dilengkapi dengan satu saluran ABS (untuk bagian depan saja), kinerja pengeremannya cukup mumpuni dan berfungsi dengan baik.

Konsumsi bahan bakar

Rute yang diuji untuk dilalui adalah Ruteng-Labuan Bajo. Berdasarkan catatan di panel instrumen, jaraknya sekitar 128,6 km. Rute ini memiliki berbagai cara. Namun lebih didominasi oleh jalan menikung dan menanjak. Kondisi jalannya tidak terlalu ramai, sehingga sesekali pengendara bisa menggunakan tiang pada lintasan lurus. Tester dapat mencapai kecepatan tertinggi sekitar 107 km / jam.

Kami mendorong PCX tanpa menghidupkan fitur ISS (Idling Stop System). Menurut informasi di panel MID, konsumsi bahan bakar rata-rata Honda PCX adalah 51,6 km / liter. Angka itu tentu sangat ekonomis mengingat medan yang dilalui cukup sulit dan ekstrim.

"Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk membuktikan kinerja PCX. Berat bidang yang saya ikuti. Dari Ruteng ke Labuan Bajo, menghadapi cuaca ekstrim dan kondisi jalan. Dan semua terbukti, PCX dapat diandalkan," kata General Product Management dan Dukungan dari Astra Honda Motor Ferry The Word. (lua / rgr)