Penjualan kendaraan komersial Mercedes Benz mencapai 2.695 unit.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – 2019 adalah tahun yang penuh tantangan bagi industri otomotif. Karena kondisi ekonomi dan politik membuat penjualan jadi tertekan, termasuk untuk sektor kendaraan komersial. Namun, Mercedes-Benz mampu mempertahankan angka penjualannya di Indonesia.

Presiden Direktur Daimler Commercial Vehicle Indonesia (DCVI), Jung Woo Park mengatakan, selama tahun lalu DCVI berhasil menjual 2.695 kendaraan komersial, yang terdiri dari 1, 861 truk dan 834 bus. "Ini juga menekankan bahwa divisi bus Mercedes-Benz di Indonesia telah berhasil meningkatkan penjualan bus dibandingkan tahun sebelumnya," kata Jung Woo Park dalam pernyataan pers kepada Republika.co.id, Rabu (19/2).

Dengan catatan penjualan, lanjutnya, itu berarti pangsa pasar kendaraan truk Mercedes-Benz meningkat 1,3 persen. Sementara pangsa pasar kendaraan bus Mercedes-Benz meningkat 2,6 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Dalam hal portofolio produk, ia juga mengatakan bahwa Mercedes-Benz akan memperkenalkan dua fitur baru tahun ini seperti suspensi bogie untuk model yang kaku dan pengurangan hub untuk model tipper 6×4 yang dikembangkan khusus untuk kebutuhan pelanggan Indonesia. Dengan fitur-fitur terbaru ini, ia juga menekankan bahwa Mercedes-Benz siap untuk meningkatkan volume penjualan pada tahun 2020.

"Kami bangga bahwa kendaraan komersial Mercedes-Benz terus tumbuh di pasar Indonesia meskipun tahun 2019 adalah tahun yang sulit untuk bisnis kendaraan komersial. Bisnis kami telah tumbuh semakin kuat dengan peresmian empat dealer kendaraan komersial tahun lalu, dengan total dari 27 dealer dan layanan purna jual di seluruh Indonesia. Oleh karena itu, kami optimis untuk kesuksesan bisnis tahun ini, "katanya.

Dia juga menekankan, perluasan jaringan dealer juga merupakan bagian dari komitmen Daimler dalam memenuhi kebutuhan kendaraan komersial untuk membantu kemajuan pembangunan di Indonesia.

DCVI kini semakin mampu fokus melakukan kegiatan penjualan karena sekarang kegiatan produksi atau perakitan ditangani oleh PT Daimler Commercial Vehicle Manufacturing Indonesia (DCVMI). Dengan kehadiran entitas baru, Mercedes-Benz secara bersamaan dapat mengembangkan sumber daya manusia (SDM), yang merupakan salah satu perhatian utama bagi DCVMI.

Salah satu program yang dilakukan oleh DCVMI untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia adalah menyelenggarakan program pelatihan kejuruan yang berjudul German Standard Dual Vocational Education & Training (GDVET). Program ini merupakan kolaborasi dari Asosiasi Ekonomi Jerman Indonesia (EKONID) untuk pengembangan talenta yang lebih maju dan terstruktur di Indonesia.

Program itu sendiri diselenggarakan dengan tujuan mendukung terwujudnya sistem pendidikan dan pelatihan kejuruan yang maju dan sistematis sebagai bagian integral dari strategi rekrutmen Mercedes-Benz di Indonesia.