Jakarta – Saat ini ada banyak pengendara di Indonesia yang melanggar peraturan. Masih banyak pengendara sepeda motor yang mengabaikan keselamatan mereka dengan tidak memakai helm saat mengemudi.

Bahkan, helm adalah alat wajib bagi setiap pengendara sepeda motor. UU No. 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan telah mengatur kewajiban pengendara untuk menggunakan helm.

Untuk pengemudi motor yang tidak memakai helm SNI, mereka dikenai hukuman penjara maksimum satu bulan atau denda maksimal Rp. 250.000. Pengendara yang mengijinkan penumpang tidak memakai helm, pengemudi sepeda motor akan ditilang dengan hukuman maksimum satu bulan penjara atau denda maksimal Rp. 250.000.

Andry Berlianto, instruktur RDL dan pendidik helm RSV mengatakan, meskipun pengendara motor jarak dekat harus memakai helm. Apalagi jika Anda hanya pergi ke SPBU untuk mengisi bensin.

"Engine On – Helmet On the term," kata Andry menjelaskan bahwa ketika sepeda motor menyala (harus dikendarai) pengendara harus memakai helm.

Penggunaan helm, kata Andry, terasa mutlak ketika kita berada di sepeda motor dan bepergian.

"Jarak dekat dan jauh jelas harus dipasang ketika mengendarai helm karena kecelakaan dapat terjadi kapan saja dan di mana saja dan tidak melihat siapa kita," katanya.

Sementara itu, Pemerintah Kota Rawalpindi, Pakistan, memiliki ide cemerlang dalam membuat orang menggunakan sepeda motor untuk tetap memakai helm. Wakil Komisaris Rawalpindi melalui akun Twitter-nya memberikan ultimatum kepada pengendara sepeda motor yang tidak menggunakan helm.

Helm tanpa pengemudi di kota Rawalpindi, Pakistan, dilarang untuk mengisi bahan bakar. Itu adalah ancaman yang diajukan oleh Pemerintah Kota Rawalpindi agar pengendara tetap tertib lalu lintas, terutama dalam melindungi kepala mereka. (rgr / ddn)