Jakarta –

Tanah sangat terbatas sementara populasi mobil terus bertambah membuat tas parkir di Jakarta terus penuh. Termasuk parkir aritmatika di daerah Sabang.

detikOto minggu ini mengunjungi lokasi parkir berbayar yang terletak di kawasan Sabang, Jakarta Pusat. Ada diinstal mesin parkir yang menggunakan pembayaran digital.

Unit parkir umum ini dapat menerima 100-300 unit kendaraan per hari. Di sepanjang jalan ini ada 11 unit mesin meteran parkir.

"Suatu hari saya memiliki satu mesin 100-300 mobil-sepeda motor. Satu jam di sini. Satu hari 300 ke atas (jumlahnya). Keseluruhannya di sini bisa 9 juta setiap hari, banyak," kata meteran parkir juru parkir, Yusuf di daerah Sabang, Jl. H. Agus Salim, Jakarta Pusat, Selasa (18/2/2020) dalam percakapan dengan AFP.

Angka tersebut diperoleh karena ketika Joseph terukir merekam setiap kendaraan yang keluar masuk. Ini juga perlu agar tidak ada yang lari tanpa membayar. "Terdaftar dengan saya. Masukkan catatan, keluar catatan," jelasnya.

Dia juga memastikan bahwa fasilitas parkir resmi dari pemerintah tidak lagi parkir ilegal. Pembayaran jelas langsung masuk ke kas daerah karena menggunakan uang elektronik.

"Tidak ada parkir lain, hanya dari Dinas Perhubungan, sudah diatur di sepanjang jalan ini," katanya.

Untuk berapa banyak dalam rupiah Joseph tidak tahu terlalu banyak. Bahkan jika ada pengguna parkir yang dipaksa membayar tunai kepada Joseph, uang itu masih akan dikumpulkan oleh tim koordinator dari Dishub. Metode konvensional ini juga biasanya berlaku pada malam hari hingga pagi hari.

"Jika Anda tidak memilikinya, Anda dapat menggunakan kartu saya, yang harus Anda lakukan adalah memarkir uang itu. Masukkan dalam satu, kami kumpulkan. Manual shift malam, sistem setoran tidak akan menggunakan mesin. Jika orang-orang berikan kartu terus merekam jika Anda tidak memberikan kartu manual. itu tidak masuk jam kerja, "pungkasnya.

Periksa Video "Izin Dicabut, Burung Hantu Hitam Siap Bertempur"
[Gambas:Video 20detik]
(rip / din)