Jakarta – Sudah 11 tahun bagi Nissan Grand Livina untuk bekerja di Indonesia sejak 2007. Tapi tidak banyak yang telah dilakukan Nissan dengan Livina. Perubahan yang dibuat sangat minim.

Nissan hanya sedikit mengenakan MPV andalannya. Penjualan Livina yang terus menurun telah dimulai pada tahun 2015. Jika Nissan biasanya mampu menjual Livina sebanyak puluhan hingga puluhan ribu, pada 2015 itu langsung turun menjadi 8.283 unit dari 15.716 unit.

Begitu juga dengan 2016, penjualan Grand Livina terus menurun. Masih dalam distribusi data partai besar Asosiasi Industri Otomotif Indonesia (Gaikindo), Nissan membukukan penjualan Livina sebanyak 5.309 unit pada 2016.

Titik cerah terlihat pada 2017. Selama setahun terakhir, Nissan mendistribusikan 6.204 Livina ke semua dealernya.

Bagaimana dengan penjualan Livina pada tahun 2018?

Dalam laporan Nissan dalam data yang sama, selama 11 bulan pada 2018, hanya 2.279 Livina dikirim ke dealer. Jumlah ini turun cukup dramatis dibandingkan tahun lalu. Meskipun 2018 hanya tinggal satu bulan.

Secara keseluruhan, penjualan Nissan telah dikalahkan oleh pendatang baru Cina, Wuling. Wuling, yang hanya memiliki tiga model selama 11 bulan, mengirim 13.808 unit mobil ke semua konsumen di Indonesia.

Penghargaan bagus Wuling belum tercapai oleh Nissan selama 2018. Penjualan ritel Nissan selama 11 bulan hanya 6.333 unit.

Nissan sendiri hanya & # 39; aktif & # 39; lagi setelah meluncurkan mobil Terra baru di Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2018. Nissan juga dikabarkan akan merilis MPV terbarunya menggunakan platform Xpander.

Namun semakin dipertanyakan tentang hal ini, Nissan masih tidak mau membuka suara. (kering / ddn)