Pesaing Melakukan Perubahan Model, Mitsubishi justru mempertimbangkan peluang

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Jumlah pabrikan yang melakukan perubahan pada model produk small mutipurpose vehicle (SMPV) dianggap sebagai peluang bagi Mitsubishi. Ini karena langkah tersebut dapat membuat pasar tumbuh dan berkembang, yang pada gilirannya juga akan meningkatkan penjualan Xpander di segmen ini.

Direktur Divisi Penjualan dan Pemasaran PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) Irwan Kuncoro, mengakui bahwa kehadiran produk atau perubahan model baru di segmen ini memang membuat persaingan semakin ketat. Namun, Xpander adalah pemain baru yang memasuki segmen dengan konsep dan keunggulan berbeda. Ini, lanjutnya, membantu mengubah peta kompetisi.

"Persaingan akan semakin ketat dan pangsa pasar akan meningkat. Oleh karena itu, itu juga akan menjadi peluang bagi Xpander. Kami masih sangat yakin bahwa Xpander masih memiliki banyak minat karena memiliki konsep yang berbeda," katanya.

Presiden Direktur MMKSI Naoya Nakamura juga mengungkapkan hal yang sama. Menurutnya, perubahan model adalah hal yang wajar dilakukan oleh pabrikan. Ini adalah salah satu strategi untuk terus meningkatkan keinginan konsumen untuk membeli mobil baru.

Karena itu, katanya, setiap kali ada perubahan model atau peluncuran produk baru, bisa dipastikan akan bisa menambah jumlah penjualan unit. Ini juga dianggap tidak hanya berdampak pada penjualan produk-produk ini. Namun secara keseluruhan segmen dan pasar otomotif pada umumnya.

"Kami melihat persaingan akan semakin ketat sementara ukuran pasar akan meningkat. Ini juga akan menjadi keuntungan bagi Mitsubishi dan Xpander. Dan kami masih sangat percaya diri, Xpander masih dan masih memiliki banyak penggemar," jelasnya.

Karena itu, lanjutnya, perusahaan juga berencana untuk terus meningkatkan produksi Xpander guna memenuhi permintaan konsumen. Apalagi, hingga akhir tahun lalu, masa tunggu konsumen untuk Xpander masih sekitar dua bulan.

Angka itu, kata Nakamura, akan terus didorong sehingga akan menurun di masa depan. Hal ini dilakukan antara lain dengan meningkatkan kapasitas produksi pabrik dari 115 ribu unit per tahun menjadi 160 ribu pada tahun 2020. "Dengan volume itu, MMKSI percaya bahwa kebutuhan masyarakat Indonesia untuk Xpander dapat terpenuhi," katanya.