Jakarta –

Mitsubishi Motors akan berhenti membuat mobil penumpang listrik produksi massal pertama di dunia, i-MiEV. Tahun ini akan menjadi tahun terakhir untuk Mitsubishi i-MiEV, menurut laporan media Jepang Nikkei.

Penjualan Mitsubishi i-MiEV tidak menunjukkan pertumbuhan dan tergolong lamban. Mobil ini pun seolah dilupakan dan sudah jauh tertinggal dibandingkan mobil listrik lain yang ada di pasaran.

Mitsubishi mengaku tidak memiliki sumber daya yang cukup untuk mempertahankan produk ini di pasaran. Belum lagi kondisi perekonomian saat ini berada dalam masa kritis akibat tidak adanya pandemi virus Corona dari muka bumi.

"Kami tidak punya cukup uang dan personel untuk terus berinvestasi dalam pengembangan EV," kata seorang eksekutif Mitsubishi Motors.

Sejak pertama kali diluncurkan Mitsubishi belum mampu memberikan satu pun inovasi i-MiEV baru. Mobil mungil ini hanya mampu menjelajah sejauh 160 km dengan sekali pengisian baterai penuh.

Mitsubishi Motors telah memasarkan i-MiEV sejak 2009 di lebih dari 50 negara, termasuk Jepang, Eropa, dan AS. Meski begitu, permintaan dan penjualan mobil ini sama sekali tidak bertambah. Selama lebih dari satu dekade i-MiEV hanya terjual 32 ribu unit.

Langkah elektrifikasi Mitsubishi akan mengandalkan aliansinya dengan Nissan untuk menggantikan i-MiEV. Rencananya Nissan dan Mitsubishi akan melahirkan mobil listrik kembar pada tahun fiskal 2023.

Popularitas i-MiEV berbanding terbalik dengan mobil listrik Nissan Leaf. Meski kini tertinggal dari Tesla, namun Nissan Leaf merupakan mobil listrik produksi massal pertama yang sukses di pasaran sejak diluncurkan pada 2010. Hanya berselang satu tahun, Nissan Leaf sudah mencapai penjualan 500 ribu unit hingga saat ini.

Tonton Video "Mobil Listrik Termurah! Fitur Sangat Memuaskan"
[Gambas:Video 20detik]
(rip / lth)