Saat menggunakan oktan rendah, performa mobil tidak optimal dan boros bahan bakar.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Spesifikasi mesin untuk seri mobil terbaru di Indonesia dikatakan hanya cocok untuk penggunaan bahan bakar angka oktan penelitian tinggi (RON). Jika diisi dengan BBM RON rendah, kinerja menjadi tidak optimal dan konsumsi bahan bakar menjadi boros.

"Bisa juga merusak mesin karena tidak sesuai dengan peruntukannya," jelas Sekretaris Jenderal Asosiasi Industri Otomotif Indonesia (Gaikindo), Kukuh Kumara di Jakarta, Jumat (26/6).

Spesifikasi mesin kendaraan, lanjut Kukuh, karena Gaikindo mengikuti peraturan yang dikeluarkan oleh Pemerintah. Dalam hal ini, sesuai dengan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Nomor 20 / Setjen / Kum.1 / 3/2017 tanggal 10 Maret 2017 tentang Standar Kualitas untuk Emisi Emisi Gas Buang Kendaraan Bermotor Tipe Baru Kategori M, N , dan O.

"Kami mengikuti aturan KLHK. Semua kendaraan telah dipersiapkan untuk memenuhi standar emisi Euro-4," katanya.

Dengan demikian, kendaraan bermotor hanya boleh diisi dengan bahan bakar berkualitas tinggi. Kemudian, ketentuan mengenai bahan bakar yang sesuai, sudah tertulis di buku panduan saat konsumen membeli kendaraan bermotor.

"Jika tidak diisi dengan bahan bakar yang direkomendasikan, kinerjanya tidak optimal, emisi gas buangnya buruk. Akibatnya udara menjadi kotor dan juga lebih boros," katanya.

Tegas ditambahkan, bukan berarti bahan bakar dengan RON tinggi hanya khusus untuk mobil keluaran terbaru. Tetapi bahkan kendaraan yang lebih tua, lebih baik menggunakan bahan bakar berkualitas.

Sementara itu, Public Relations Club Ayla Indonesia (CAI), Adjie Sambogo, mengatakan kualitas bahan bakar benar-benar memengaruhi kinerja kendaraan. Dengan BBM RON tinggi, setidaknya dengan RON 90 ke atas, tarikannya lebih ringan, grade-nya juga kuat.

"Terutama ketika RON 92 ke atas, sangat nyaman, bersih di mesin, dan tangguh saat naik. Kami pernah naik ke Tawangmangu, Cemorosewu, rupanya sangat ringan," katanya.

Bahkan, lanjutnya, bahan bakar RON tinggi juga lebih efisien dibandingkan bahan bakar RON rendah. Dari Jakarta ke Semarang, itu hanya dapat dicapai dengan mengisi hingga Rp. 200 ribu dengan jarak tempuh 400 kilometer.

"Artinya, meski harga per liter nampak lebih tinggi, sebenarnya lebih ekonomis," katanya.

sumber: Antara