Jakarta –

Kementerian Keuangan mengusulkan agar kendaraan bermotor yang menghasilkan emisi CO2 (karbon) dikenakan cukai. Sejumlah pabrikan otomotif di tanah air berharap wacana itu akan dikaji lebih lanjut.

"Saya pikir ini perlu dibahas dengan semua pemangku kepentingan, termasuk Gaikindo," kata Direktur Pemasaran PT Toyota Astra Motor, Anton Jimmy, kepada AFP, Kamis (20/2/2020).

Pabrikan Jepang lainnya, Honda menyuarakan hal serupa. Direktur Inovasi Bisnis dan Penjualan & Pemasaran PT Honda Prospect Motor (HPM), Yusak Billy, mengatakan pajak cukai belum masuk dalam tabel rapat.

"Skema pajak tampaknya merupakan studi dari Kementerian Keuangan. Dan belum ada diskusi dalam urusan internal kami," kata Yusak dalam percakapan dengan detikOto.

Jusak menambahkan, sejauh ini yang menjadi perhatian adalah perubahan pajak berdasarkan emisi. Hal ini telah diatur dalam Peraturan Pemerintah No. 73/2019 tentang Barang Kena Pajak yang diklasifikasikan sebagai Barang Mewah dalam Bentuk Kendaraan Bermotor yang Dikenakan Pajak Penjualan Atas Barang Mewah (PPnBM).

"Lebih baik untuk memiliki studi mendalam lebih lanjut tentang proposal tersebut dengan tim kementerian terkait dan Gaikindo," katanya.

Sementara itu Ketua Umum Asosiasi Asosiasi Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Yohannes Nangoi mengatakan bahwa dia belum tahu apakah ada hubungan antara rencana pemungutan pajak dan peraturan PPnBM.

"Saya tidak mengerti apakah ini (pajak cukai kendaraan) merupakan tambahan atau amandemen (PPnBM), masih belum jelas," kata Nangoi kepada AFP, Kamis (20/2/2020).

Rencana penerapan kebijakan itu sebelumnya disampaikan oleh Sri Mulyani kepada pimpinan dan anggota Komisi XI DPR, Rabu (19/2/2020) kemarin.

Dari kebijakan ini, kata Sri Mulyani, pemerintah akan menerima pendapatan mencapai Rp. 15,7 triliun per tahun. Sementara Gaikindo menilai pengenaan cukai akan menaikkan harga jual ke publik.

"Jika kami memproduksi dan menjual di Indonesia selama satu tahun sekitar 1,1 juta, itu akan dibagi pula (dengan pendapatan Rp 15,7 triliun per tahun), tentang berapa banyak mobil yang akan menabrak, mungkin penambahan, berapa banyak kami tidak & # 39 "Aku tidak mengerti," kata Nangoi.

"Kami akan melihat seperti apa rupanya, secara otomatis harganya naik di lapangan," lanjut Nangoi.

Lihat video "Budak! Dibuka Pertama, GIIAS 2019 Diserang oleh Pengunjung"
[Gambas:Video 20detik]
(riar / riar)