Jakarta –

Pegadaian tidak dapat melelang barang milik pelanggan yang gagal membayar. Ada aturan dan tenggat waktu yang harus disepakati sebelumnya.

Pegadaian dianggap sebagai pilihan untuk mendapatkan uang tunai di tengah kondisi sulit karena pandemi virus korona. Dibandingkan menjual langsung ke pasar mobil bekas, & # 39; mempercayakan & # 39; mobil ke pegadaian membuka peluang kami untuk menebus kendaraan favorit.

Namun, dalam kondisi tertentu ada pelanggan yang tidak mengizinkan untuk membayar kembali pinjaman mereka. Jika Anda berada pada tahap ini, Pegadaian biasanya akan merekomendasikan mobil yang akan dilelang.

"Untuk pelelangan mobil, itu adalah alternatif terakhir. Kami bisa menghubungi pelanggan, pelanggan memang minta dilelang," kata Manajer Senior PT Pegadaian, Johnson L Tobing saat ditemui AFP di Pegadaian Kebon Nanas, Jakarta Timur, Rabu (05/5) 12/2020).

Meski tidak dilakukan secara sepihak, pegadaian akan mengarahkan pelanggan untuk menyerahkan mobilnya yang dilelang karena tidak ada kemungkinan ia bisa melunasi pinjaman.

"Memang, jika sudah jatuh tempo, itu menjadi keputusan kami, tapi kami biasanya membuatnya persuasif dulu, ada notifikasi via surat atau SMS (Short Message Service) kepada pelanggan. Biasanya untuk pelelangan setelah batas waktu ada Masa jeda 15-30 hari, "jelasnya.

Sementara itu Anda yang tertarik untuk mendapatkan mobil bekas dari hasil lelang biasanya akan mendapatkan pengumuman dari pegadaian. Bentuknya berupa bazaar dan terdiri dari beberapa mobil dengan berbagai kondisi.

"Untuk pelelangan di media kami mengumumkannya, kadang-kadang kami memasang pengumuman. Biasanya kami melakukan bazaar. Cara selanjutnya adalah melihat, jika tertarik dengan harga yang ditentukan, itu saja. Sebagian besar kami menampilkan spesifikasinya, sama dengan panitia lelang untuk kondisi mobil, "tutup Johnson.

Lihat video "Dampak Corona di Purwakarta: Pegadaian Diserbu, Transaksi Naik 10%"
[Gambas:Video 20detik]
(rip / din)