Jakarta – Kejahatan dapat terjadi di mana saja, termasuk lokasi tempat parkir mal yang memiliki sistem keamanan modern dan memadai. Jika Anda mengalami ini, hal pertama yang dapat dilakukan korban adalah melaporkan kepada manajer.

"Jika ada pencurian barang di tempat parkir. Konsumen pertama dapat melapor ke pengusaha, dalam hal ini misalnya pengelola parkir atau pengelola mal. Apalagi jika korban dapat membuktikan bahwa SOP dari pengelola parkir tidak baik Misalnya, tidak ada CCTV yang bisa menutupi area parkir atau petugas yang sangat minim, "kata Ketua Komunitas Konsumen Indonesia David Tobing, kepada detikOto.

Menurut David, korban bisa melapor ke pemilik gedung. Dalam inspeksi, dapat ditemukan apakah kesalahan ada di manajer parkir. "Misalnya, kasus pencurian dibantu oleh salah satu petugas parkir, sehingga manajer jelas harus bertanggung jawab," jelas David.

Ketika laporan di pihak manajer menemui jalan buntu, korban dapat melapor ke polisi. "Ya, jika manajer macet, maka ia harus pergi ke polisi. Selain itu, tidak menutup kemungkinan menuntut manajer sipil ke pengadilan. Korban dapat melapor ke LPKSM, Lembaga Perlindungan Konsumen Swadaya, seperti YLKI atau KKI, sehingga kasusnya bisa dimediasi dulu, "sambungnya.

Berkaca pada kasus pencurian laptop Bonita Rachel di tempat parkir mal Kemang Village, David juga menyarankan bahwa jika terbukti ada kerusakan, pencurian, dan memang pemilik barang dapat membuktikan dan secara rinci memberi tahu item yang hilang, manajer harus mengganti kerugian.

"Plus, misalnya, dari rekaman CCTV, terbukti ada pelaku pencurian dan petugas parkir lalai, sehingga direkomendasikan pemilik gedung mengganti kehilangan barang, solusi win-win," David disimpulkan. (lua / rgr)