Jakarta – Pemerintah akan merusak industri mobil listrik di Tanah Air. Bahkan nantinya Pajak Penjualan Atas Barang Mewah (PPnBM) untuk mobil listrik bisa mencapai 0%. Potensi untuk memberikan insentif tercermin dalam usulan perubahan dalam skema PPnBM untuk kendaraan bermotor roda empat. Salah satu skema yang telah diubah adalah dari prinsip pengenaan.

Dalam skema saat ini jumlah PPnBM untuk mobil didasarkan pada cc. Semakin besar cc, semakin besar pengenaan pajaknya.

Sementara dalam skema perubahan yang diusulkan oleh Departemen Keuangan prinsip memberlakukan PPnBM didasarkan pada emisi CO2. Semakin rendah emisi, semakin rendah pajak yang dikenakan. Nah karena mobil listrik tidak mengeluarkan, pengenaan PPnBM berpotensi hingga 0%.

"Kami sampaikan program ini, bentuk insentif listrik bisa 0% PPnBM," kata Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati di Gedung DPR, Jakarta, Senin (11/11/2019).

Perubahan skema ini hanya bermanfaat untuk mobil listrik. Sementara untuk mobil super mewah lebih dari 5.000 cc seperti Lamborghini masih akan dikenakan PPnBM 125%.

Dalam aturan sebelumnya pengelompokan pengenaan PPnBM bervariasi dari 10% -125% untuk kapasitas mesin 5.000 cc. Sedangkan untuk aturan baru sekitar 10% -70%. Sementara di atas 5.000 cc masih berlaku 125%. (das / ddn)