Mobil tidak lagi secara pasif mengkonsumsi energi, tetapi memproduksinya secara aktif.

REPUBLIKA.CO.ID, SEOUL – Kia Motors dan Hyundai Motor mengumumkan teknologi pengisian atap surya yang memungkinkan mobil-mobil terpilih dari grup Hyundai untuk mendapatkan fitur pengisian panel surya yang ditempatkan di atap kendaraan. Panel surya yang dipasang di atap atau kap kendaraan akan menangkap sinar matahari dan kemudian diproses menjadi energi yang disalurkan ke mesin atau baterai dalam kendaraan hibrida dan listrik, situs resmi perusahaan melaporkan pada Rabu (31/10).

Sistem ini juga mampu mengisi daya kendaraan listrik dan hibrida, serta kendaraan mesin pembakaran internal (ICE) yang membantu meningkatkan efisiensi bahan bakar. Hyundai Motor Group mengembangkan tiga jenis sistem pengisian atap surya.

Sistem generasi pertama untuk hibrida. Teknologi generasi kedua menggunakan sistem atap matahari semi transparan untuk kendaraan ICE. Generasi ketiga dari teknologi ini akan memperkenalkan atap matahari ringan untuk kendaraan listrik yang menggunakan baterai.

Sistem pengisian terdiri dari panel surya, pengendali dan baterai. Ketika panel menyerap sinar matahari, itu menciptakan elektron dalam sel silikon yang memungkinkan arus mengalir dan menghasilkan listrik.

Sistem generasi pertama diterapkan untuk model hibrida, terbuat dari struktur panel surya silikon terintegrasi ke dalam atap mobil standar. Sistem ini dapat mengisi 30 hingga 60 persen baterai, tergantung pada kondisi cuaca dan faktor lingkungan lainnya.

Atap surya semi-transparan generasi kedua akan diterapkan pada kendaraan ICE, terintegrasi dengan sunroof panoramik, memungkinkan cahaya masuk ke kabin, saat mengisi daya baterai kendaraan pada saat yang bersamaan. Sementara sistem generasi ketiga masih dalam tahap pengujian, itu dirancang untuk dipasang di kap mesin dan atap mobil listrik.

"Di masa depan, kami berharap dapat melihat berbagai jenis teknologi penghasil listrik terintegrasi ke dalam kendaraan kami," kata Wakil Presiden Teknik dan Desain Jeong-Gil Park Hyundai Motor Group dalam sebuah pernyataan tertulis pada hari Rabu.

Dia mengatakan atap matahari adalah yang pertama dari teknologi ini, dan berarti bahwa mobil tidak lagi secara pasif mengkonsumsi energi, tetapi akan mulai memproduksinya secara aktif. "Ini adalah perkembangan yang menarik bagi kami, merancang teknologi bagi pemilik kendaraan untuk membantu mereka bergerak dari pengguna energi ke produsen energi," kata Park.

Hyundai Motor Group akan meluncurkan generasi pertama teknologi ini ke dalam kendaraannya setelah 2019, untuk memenuhi target regulasi global dan meningkatkan efisiensi bahan bakar kendaraan.