Jakarta – Mobil transmisi manual masih bagus di masyarakat Indonesia. Mobil manual ini identik dengan efisiensi bahan bakar yang baik dan tidak merepotkan jika tiba-tiba rusak di jalan.

Kecenderungan tentang masalah transmisi mobil di Indonesia secara perlahan berubah. Kondisi jalan di kota-kota besar yang macet membuat sebagian orang Indonesia beralih menggunakan mobil transmisi otomatis. Mobil otomatis lebih mudah digunakan dalam kemacetan lalu lintas.

"Dulu ketika masalah parkir karena tidak bisa paralel, maka jika layanannya sulit. Sekarang tidak seperti itu," jelas Executive General Manager PT Toyota Astra Motor Fransiscus Soerjopranoto saat dihubungi oleh detikOto .

Tidak perlu repot dan sakit saat melepas dan menginjak pedal kopling, mobil otomatis lebih mudah dikendarai. Begitu pula jika pemogokan tiba-tiba, mobil bisa langsung didorong.

"Dan perasaan khawatir tentang memiliki otomatis juga menurun karena tidak seperti awal gambar," katanya.

Sebelumnya, Direktur Pemasaran PT Astra Daihatsu Motor Amelia Tjandra mengatakan bahwa mobil manual masih menjadi target utama orang Indonesia. Salah satu alasannya adalah harga mobil manual lebih murah daripada otomatis.

"Seperti misalnya di Jepang, Daihatsu 95 persen otomatis tetapi jika belum di sini. Umumnya di negara berkembang sama. Ini sebenarnya lebih terjangkau karena harganya lebih mahal daripada Rp. .10 juta dan yang kedua takut jika ada apa-apa, "kata Amelia. (kering / ddn)