Jakarta – Baru-baru ini Porsche kuning tiba-tiba viral di media sosial. Bukan karena mobil, tetapi karena mobil berhenti tepat di persimpangan zebra. Komentar pedas muncul.

Foto itu diunggah oleh akun @ jejak dengan tulisan foto "Mobil itu mahal, tapi aturan hhzz". Tidak ada informasi lebih rinci tentang di mana dan siapa pemilik mobil berhenti di persimpangan zebra. Meski sepertinya terlihat di kawasan Pondok Indah, Jakarta Selatan.

[Gambas:Instagram]

Nomor plat dicakup untuk privasi. Dari komentar yang muncul, beberapa dari mereka memberikan penghinaan yang menganggap pemilik mobil mewah itu sombong. Tetapi ada juga beberapa yang lebih objektif dengan menyebutkan bahwa mungkin mobil itu ditabrak lampu merah sehingga berhenti tepat di persimpangan zebra.

Pada kenyataannya, pelanggaran lalu lintas tidak hanya dilakukan oleh pemilik kendaraan mewah. Bahkan bukan rahasia lagi bahwa hampir setiap hari pelanggaran ini dilakukan oleh pengguna jalan lain dengan berbagai jenis kendaraan dengan harga yang bervariasi.

Apa pun jenis kendaraannya, tindakan ini harus dilakukan dengan tegas oleh penegak hukum tanpa pandang bulu. Selain mengganggu ketertiban lalu lintas, pelanggaran ini juga mengambil hak pejalan kaki.

Fasilitas penyeberangan pejalan kaki ini jelas diatur dalam UU dan melarang kendaraan bermotor untuk berhenti di atasnya. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Transportasi Jalan, Pasal 106 ayat 2 menyatakan bahwa siapa pun yang mengendarai kendaraan bermotor harus memprioritaskan keselamatan pejalan kaki dan pengendara sepeda.

Pelanggaran aturan akan dikenakan denda maksimal Rp. 500.000 sesuai dengan ketentuan pasal 284. Pasal tersebut menyatakan bahwa siapa pun yang mengendarai kendaraan bermotor tidak memprioritaskan keselamatan pejalan kaki atau pengendara sepeda untuk maksimal dua bulan atau denda maksimum Rp. 500.000. (rip / ddn)