Jakarta – Penjualan mobil baru berbanding lurus dengan ketersediaan mobil bekas di pasar. Semakin banyak mobil baru terjual, semakin besar kemungkinan stok akan berada di pasar mobil bekas.

Tapi cerita lain ketika berbicara tentang mobil Wuling Cina. Mengisi pasar otomotif Indonesia sejak 2017, mobil bekas praktis langka. Bahkan masih ada beberapa pelaku bisnis yang masih asing dengan merek tersebut ketika detikOto berjalan-jalan melalui sejumlah dealer mobil bekas.

"Wuling? Mobil Cina? Saya belum pernah mendengar tentang mobil itu. Di sini kita menjual mobil Jepang atau Eropa. Yang terbaik di luar itu adalah mobil Korea seperti Kia atau Hyundai," kata salah satu petugas penjualan di bekas WTC Mangga Dua, Jakarta Utara ( 2/1/2019).

Di antara penjual ada juga mereka yang akrab tetapi tidak memiliki rencana untuk berpartisipasi dalam pemasaran produk. Alasannya adalah bahwa itu masih belum cukup umum di pasar Indonesia, yang mempengaruhi strategi bisnis mereka.

"Jika saya melihat bahwa masih ada penjualan Wuling bekas, mereka memainkannya dengan aman, tentu saja kompetisi di sana (WTC Mangga Dua dan MGK Kemayoran) cukup ketat. Tetapi jika saya melihat beberapa tahun lagi Wuling akan berada di tangan kedua pasar, "kata Manajer Pemasaran, Manajer Pemasaran Berkah Jaya Mobilindo (BJM), Sonny ketika mengunjungi detikOto, Senin (4/1/2019) di Duren Sawit, Jakarta Timur.

Tidak hanya dari sisi penjual, masih ada banyak konsumen yang meragukan produk buatan China dengan negatif & # 39; stigma.

"Masih banyak konsumen Indonesia yang melihat produk dari Cina di sebelah mata. Tapi sebenarnya itu bisa diubah jika Wuling, misalnya, agresif membentuk citra baru. Sama seperti ponsel, sekarang ini benar-benar jual," pungkas Sonny. (rip / kering)