Jakarta – Mobil-mobil yang telah terendam tsunami pasti dapat ikut serta meninggalkan jejak di pedalaman. Dalam kondisi ini, mau tidak mau, pemilik harus mengeluarkan uang untuk mengembalikannya ke kondisi teratas.

Koordinator Eksekutif Layanan Teknis Astra Daihatsu Motor Anjar Rosadi mengatakan jumlah biaya yang dikeluarkan untuk memperbaiki mobil sebenarnya tergantung pada tingkat kerusakan yang dialami.

"Dalam konteks tsunami dan yang benar-benar tenggelam, pertama selain masalah kebersihan seperti karpet, pelapis, dll., Juga masalah listrik dan mesin harus dipertimbangkan," kata Anjar kepada detikOto.

Lebih lanjut, Anjar mengatakan bahwa sebenarnya ada dua pilihan yang bisa dilakukan oleh pemilik mobil jika mereka terendam banjir, yaitu melakukan pembersihan total atau pemulihan interior. Namun biasanya untuk kasus banjir, seperti jok masih bisa digunakan lagi.

Anjar menambahkan bahwa untuk karpet bawah (dek) pembersihannya agak rumit, terutama terendam air laut, berbeda dengan air biasa. Jika tidak ditangani dengan benar, itu akan menyebabkan bau dan terasa lembab.

"Jika Anda membersihkan interior, bahkan jika direndam, itu lebih rumit, bukan? Karena karpet harus dilepas, prosesnya lama, tidak hanya menggunakan pengering, tetapi harus dikeringkan di bawah sinar matahari, "kata Anjar.

Menurut Anjar, ia memberi contoh mobil Xenia jika pembersihan interior masih bisa dilakukan jika setelah terendam air kondisinya masih baik, karena jika pemilik mobil memilih restorasi mobil maka biaya yang dikeluarkan bisa menghabiskan puluhan jutaan rupiah untuk suku cadang seperti jok, karpet, karpet, dan lainnya.

"Berbicara tentang interior hanyalah tentang membersihkan karpet dan pelapis, untuk membersihkan harganya ada Rp3 Juta, itu bukan harga penggantian kursi atau karpet, untuk mengetahui harga pastinya datang ke bengkel yang merinci, "kata Anjar. (riar / lth)