Tikus dapat menggerogoti komponen mobil yang diparkir lama.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Pembatasan Sosial Skala Besar (PSBB) mendorong pemilik mobil untuk tidak menggunakan kendaraan mereka dan membiarkannya diparkir di satu tempat tanpa terganggu.

Walaupun tidak terdengar berisiko, tampaknya ada ancaman yang mengintai di mobil favorit, yaitu serangan & # 39; dari tikus ke dalam mobil yang akan dibuat & # 39; kantor pusat & # 39; dan tempat tinggal baru mereka.

Menurut Kepala Grup Operasi Aftersales & CS PT MMKSI, Boedianto, terutama untuk mobil yang diparkir di tempat gelap, ini akan mengundang tikus ini untuk menetap di dalam mobil.

"Jika ini masalahnya, dia bisa merusak komponen mobil seperti kabel ringan, klakson dan bahkan mesin. Akibatnya, mobil itu akan rusak jika salah satu komponennya digigit oleh mouse ini," kata Boedi.

Komponen atau bagian yang paling mudah diserang tikus, salah satunya adalah kabel / harness. Jika harness utama terputus, perlu lebih banyak perawatan dan konektor memerlukan keterampilan dan teknis mereka sendiri karena ada ukuran dan ketebalan masing-masing.

Selain itu, belum lagi jika tikus mengendap di bawah kap mobil, ada bau tidak enak dari kotoran tikus yang bersarang di mesin ketika AC mobil dihidupkan. Boedi mengatakan ada sejumlah tips yang bisa dilakukan untuk mencegah tikus menginvasi.

"Dimulai dengan mencuci mobil hingga bersih, di bawah kap mesin dan kap mesin. Tempatkan kapur barus pada beberapa bagian mesin, letakkan dengan menggantungnya. Berikan bau tidak sedap pada tikus seperti pengendalian hama, aroma peppermint, dan lainnya," jelasnya .

Tidak hanya tikus, hewan kecil seperti semut atau kutu yang dapat merusak komponen listrik juga berpotensi masuk lebih besar. Untuk mencegahnya, jangan lupa membersihkan sisa makanan dan minuman di kabin kendaraan.

"Anda bisa menyedot debu atau menyeka dengan kain lembab," kata Boedi.

Baca juga: Tips Merawat Mobil Tua yang Diparkir di Garasi

sumber: Antara