Jakarta – Kebanyakan sepeda motor skutik otomatis yang dijual di pasar Indonesia dilengkapi dengan shock absorber tunggal dengan posisi di kiri atau kanan. Yamaha Lexi tidak terkecuali, yang memiliki shock absorber belakang tunggal dengan posisi di kiri.

Jadi, agar terlihat lebih keren, peredam kejut Lexi dapat dimodifikasi dengan memindahkan posisinya ke pusat, seperti shock absorber belakang pada sepeda motor sport.

"Biar tampilannya keren, karena area belakang terlihat jernih," kata Ian Juno, salah satu pengguna Lexi yang membuat modifikasi ini.

Menurut Ian, modifikasi ini cukup mudah karena tidak perlu melakukan banyak perubahan. "Jadi shock absorber dihubungkan menggunakan braket yang terhubung ke footstep dan swingarm. Tidak perlu mengelas frame, apalagi bagasi yang terjebak," kata Ian, yang tinggal di Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Apakah braket ini kuat? Ian juga berani menjamin bahwa bracket mounting Sokbreker kuat. "Bahannya tebal, membuatnya menggunakan mesin CNC. Jadi itu cukup presisi. Jadi harganya juga cukup tinggi, Rp 1,2 juta," lanjut Ian, yang memang modifikator khusus Yamaha skuter Maxi.

Sedangkan untuk sobreker sendiri menggunakan merek Scarlet untuk Yamaha V-Ixion. "Harganya Rp 800 ribu dan ada rebound dari 24 klik," jelas Ian. Lalu bagaimana kesan drive setelah mengganti shock absorber belakang Lexi ke dalam model monoshock ini?

"Yang paling berpengaruh di layar adalah ya. Jadi itu lebih ganteng seperti Yamaha Smax. Kalau itu dalam hal mengemudi, itu masih nyaman karena jijik juga lembut dan bisa disesuaikan , "Ian menyimpulkan. (rgr / ddn)