Formula E sejalan dengan visi pemerintah untuk meningkatkan transportasi di Jakarta

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Kompetisi balap mobil listrik internasional Formula E yang akan diadakan di Jakarta pada 6 Juni 2020, dipandang sebagai momentum kuat untuk menghidupkan kembali industri kendaraan bermotor lokal di Indonesia, khususnya kendaraan listrik.

"Sejak 1970, Indonesia sebenarnya ingin mengembangkan industri kendaraan bermotor, tetapi gagal. Formula E adalah momentum yang baik dalam mendorong keinginan kuat untuk mengembangkan industri listrik berbasis sepeda motor lokal," kata Direktur Eksekutif Komisi Penghapusan Bensin Bertimbel ( KPBB) Ahmad Safrudin di Jakarta, Rabu (12/2).

Indonesia harus dapat memanfaatkan momentum Formula E, karena jika tidak, negara ini akan terus menjadi target pasar bagi para pemain industri otomotif asing.

"Dalam konteks ketahanan ekonomi nasional dan keamanan energi nasional, alangkah baiknya jika kita juga mulai mengambil teknologi tertentu seperti kendaraan listrik untuk pengembangan kita sendiri, kemudian kita produksi, lalu kita pasarkan di negara kita sendiri," katanya. kata.

Indonesia saat ini memiliki Peraturan Presiden (Perpres) nomor 55 tahun 2019 tentang Percepatan Program Kendaraan Bermotor Berbasis Baterai yang ditandatangani oleh Presiden Joko Widodo dan secara resmi menjadi undang-undang pada 12 Agustus 2019.

Namun, Perpres ini masih mensyaratkan regulasi turunan dari kementerian terkait, termasuk Kementerian Perhubungan. "Kami melihat bahwa dalam konteks adopsi kendaraan listrik ini masih stagnan, meskipun ada momentum yang baik bahwa kami akan mengadakan Formula E, kami berharap Perpres akan dikurangi menjadi langkah teknis," tambah Safrudin.

Formula E adalah acara balap mobil yang menggunakan listrik 100 persen, sehingga tidak melepaskan polusi udara yang berdampak negatif pada perubahan iklim.

Penerapan Formula E ini sejalan dengan visi pemerintah dalam memperbaiki wajah transportasi di Jakarta sebagai ibukota negara Indonesia, karena kejuaraan yang telah diselenggarakan di empat benua bebas emisi. Mengacu pada statistik transportasi DKI Jakarta, dari 2012 hingga 2018 pertumbuhan rata-rata mencapai 5,3 persen.

Asap kendaraan bermotor disalahkan sebagai salah satu penyebab kualitas udara yang buruk di Jakarta, setidaknya selama tiga tahun terakhir.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah menyiapkan desain trek Formula E, yaitu melewati area Monumen Nasional dan jalan Medan Merdeka Selatan dengan panjang lintasan 2,6 kilometer. Pembalap mobil listrik akan melintasi 11 sudut di area ikonik Jakarta.

sumber: perantara