Jakarta –

Morris Garage (MG) memulai bisnis di Indonesia dengan menjual mobil impor. Tercatat dua mobil yakni MG ZS dan MG HS terbaru. Apakah akan dirakit secara lokal?

“Sampai saat ini kita masih merakit di Thailand, artinya kita masih CBU (completely build up / import utuh dari) Thailand. Kita terus melihat pasar, kalau ada permintaan luar biasa untuk produk kita Morris Garage, dalam jangka panjang itu ( assembly) adalah sesuatu yang sudah direncanakan, ”kata PR & Marketing Director MG Motor Indonesia Arief Syarifudin di Pondok Indah, Jakarta Selatan, Kamis (13/8/2020).

Terkait perakitan lokal, Morris Garage sendiri masih bisa memanfaatkan sisa kapasitas produksi pabrik Wuling yang tidak terpakai. Kementerian Perindustrian (Kemenperin) pernah menyebut jumlah mobil yang diimpor MG tidak lebih dari 50 unit.

Seperti diketahui, Morris Garage merupakan merek mobil asal Inggris yang kini telah dibeli oleh perusahaan otomotif asal China, Shanghai Automotive Industry Corporation (SAIC). SAIC telah memulai bisnis di Indonesia melalui anak perusahaan SGMW Motor Indonesia (Wuling Indonesia). Akankah Morris Garage meningkatkan produksi di pabrik Wuling?

Salah satu mobil MG di Indonesia. MG HS, penantang Honda CR-V Cs seharga Rp. 300 juta. Foto: Ridwan Arifin / detikOto

"Jangka panjang yang saya katakan bukan tidak mungkin untuk perakitan atau pabrik di sini. Kami sudah memikirkannya. Ini tergantung lagi, ada permintaan yang cukup baik sehingga kami akan melayani." kata Arief.

“Dari dulu sebelum MG merilis ZS, kami sudah koordinasi dengan baik (dengan kepala sekolah),” kata Arief.

"Perlu saya tegaskan di sini bahwa Morris Garage atau MG Indonesia adalah entitas independen. Jadi kami berdiri sendiri, tidak berada di bawah siapa pun. Untuk menjawab pertanyaan itu (menggunakan fasilitas pabrik Wuling), itu soal lain," dia menjelaskan.

Tonton video "MG Discotheque Liquid Sabu Bandar Dihukum 19 Tahun Penjara!"
[Gambas:Video 20detik]
(riar / rgr)