Jakarta – Air hujan yang mengandung asam memang tidak cukup bersahabat dengan komponen sepeda motor yang terbuat dari besi atau logam. Karena itu, Otolovers harus rajin merawat komponen agar tidak terserang karat.

Teknisi Sepeda Motor Honda dari Astra Motor Center Jakarta, Widodo Tri Lumaksono, menjelaskan bahwa ada beberapa komponen motor yang rawan korosi setelah terkena air hujan.

"Misalnya rantai, dudukan samping, dudukan utama, dan tali gas atau tali rem, itu rawan berkarat," kata Widodo kepada detikOto, Rabu (9/1/2018).

Tidak hanya itu beberapa bagian lain juga bisa terkena karat karena air hujan. Seperti lubang kunci kontak, lubang kunci tempat duduk, lubang kunci tangki jika itu adalah motor sport, dudukan lengan ayun, hingga tepi jari-jari yang terbuat dari pernekel.

Nah, agar komponen tidak mengalami korosi, mereka harus dirawat setelah terkena hujan.

"Perawatannya cukup mudah. ​​Untuk rantai dan roda gigi, sering dilumasi dengan rantai pelumas. Tapi pertama-tama dibersihkan menggunakan pangkuan. Kemudian untuk pegangan rem, pegangan kopling, dudukan samping, dan dudukan bermain, disemprotkan dengan cairan penetran, "Dodo menyimpulkan.

Sebelum komponen dibersihkan dan dilumasi menggunakan penetran, ada baiknya untuk mencuci motor terlebih dahulu. Meskipun hanya disiram dengan menggunakan air bersih.

"Tujuannya agar sisa air hujan yang mengandung asam dan mineral tidak membuat titik air / bintik-bintik air di sepeda motor," kata Stefanus Yoga dari DetailWorks MotoSpa.

Terutama di kaki-kaki yang mengandung banyak logam bila terkena hujan dan dibiarkan terlalu lama bisa berkarat karena kandungan asam air hujan.

"Lalu, sisa kotoran di kaki juga tidak menjadi kerak yang lama kelamaan akan sulit dibersihkan," pungkas Yoga. (lua / lth)