Jakarta –

Salah satu motor listrik buatan anak bangsa akan dipajang di luar negeri. Perusahaan Katalis akan memamerkan sepeda motor listriknya di Makau.

Motor listrik Katalis akan muncul di galeri The Arsenale, Makau. Ini membuktikan karya anak bangsa mampu menciptakan kendaraan ramah lingkungan sesuai tren pasar global.

“Kami mengapresiasi Katalis yang telah berjasa menciptakan sepeda motor listrik Katalis EV.1000,” ujar Direktur Jenderal Industri Kecil Menengah dan Aneka (IKMA) Kementerian Perindustrian Gati Wibawaningsih dalam siaran persnya.

Motor listrik Katalis Company EV.1000 merupakan hasil kerjasama dengan The Arsenale, galeri otomotif terkemuka dunia asal Perancis yang menawarkan produk dan alat transportasi yang mengutamakan inovasi desain dan teknologi. "Katalis EV.1000 akan dikirim ke galeri The Arsenale di Makau pada akhir Agustus ini," kata Gati.

Katalis EV.1000 yang bakal muncul di negeri ini memiliki motor listrik berkapasitas 1.000 watt yang ditenagai baterai 48V 45Ah, dengan pengatur daya 48-72 Volt. Motor ini dapat dipacu dengan kecepatan 80 km / jam hingga jarak 90 km dalam sekali pengisian. Desain produk ini mengambil ide dari seorang petarung dengan kesan yang kuat dan garang.

Dirjen IKMA menilai, dengan keunikan produknya, Katalis bisa mendapatkan segmen khusus bagi penggemar desain kendaraan bermotor yang menarik dan inovatif. “Kami meminta Katalis untuk melindungi hak kekayaan intelektual dalam desain inovatif, sejalan dengan upaya untuk terus meningkatkan produktivitas dan efisiensi proses,” ujarnya.

Sementara itu, dalam upaya mendukung produksi kendaraan bermotor listrik di Indonesia, pemerintah telah menerbitkan Peraturan Presiden Nomor 55 Tahun 2019 tentang Program Percepatan Kendaraan Listrik Baterai (KBL) Untuk Angkutan Jalan. Peraturan ini antara lain mengatur tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) untuk industri kendaraan bermotor listrik berbasis baterai dan industri komponennya.

“Dalam Pasal 8 Perpres tersebut disebutkan bahwa penggunaan komponen dalam negeri untuk kendaraan bermotor listrik berbasis baterai roda dua dan / atau roda tiga tahun 2019-2023 minimal 40%,” kata Gati.

Pengembangan kendaraan bermotor listrik diharapkan dapat melibatkan pelaku industri kecil dan menengah komponen otomotif (IKM) di sentra produksi, seperti di Jakarta, Bogor, Bekasi, Karawang, Sukabumi, Tegal, Klaten, Purbalingga, Pasuruan dan Sidoarjo.

“Pemerintah menargetkan 20% dari total produksi kendaraan bermotor roda dua nasional pada tahun 2025 menjadi sepeda motor listrik, dengan target sekitar 2 juta unit,” jelasnya. Untuk itu keberadaan motor listrik dalam negeri seperti Catalysts perlu lebih dikenal masyarakat, salah satunya melalui keikutsertaan dalam pameran modifikasi dan pameran otomotif pada umumnya.

Tonton video "Uniquely Electric Motor, Surabaya"
[Gambas:Video 20detik]
(rgr / din)