Polisi Dubai akan menggunakan Hoverbike pada 2020.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Tugas polisi di tengah kemacetan mungkin akan lebih mudah berkat sepeda motor terbang berjulukan Hoverbike buatan perusahaan Rusia yang berbasis di California, AS, Hoversurf. Setelah versi sebelumnya, Hoversurf kini menawarkan edisi terbatas Hoverbike S3 2019 terbaru.

Sepeda motor ini dipasarkan dengan harga 150 ribu dolar AS atau sekitar Rp 2,2 miliar, sebagaimana tercantum di situs resmi Hoversurf yang dikutip pada Minggu (11/11). Untuk memesan Hoverbike terbaru, pembeli harus memesan dengan menempatkan deposit sebesar 10 ribu dolar AS.

The hoverbike akan dikirim ke pembeli dalam waktu dua hingga enam bulan kemudian. Kendaraan drone yang ditenagai oleh baterai LiNiMnCoO2-Lithium hybrid 12,3 kWh mampu terbang selama 40 menit tanpa awak. Waktu terbang sebenarnya dengan pilot disebut antara 10 dan 25 menit tergantung pada berat dan kondisi cuaca pilot.

Hoverbike dilengkapi dengan empat baling-baling yang menghadap ke atas, dan mesin baru dari Hoversurf telah meningkatkan kekuatan setiap motor baling-baling menjadi 33 kW. Motor terbang ini dilengkapi dengan fitur lepas landas dan pendaratan otomatis, dengan kontrol manual dan RC tersedia. Kursi dudukan pilot dan beberapa elemen dilapisi kulit, dan ada joystick untuk kontrol kemudi.

Hoverbike memiliki berat 114 Kg, berkat pengurangan berat pada rangka yang memungkinkan untuk menggunakan baterai berkapasitas lebih besar. Ketinggian penerbangan aman yang disarankan adalah lima meter dari tanah, dengan kecepatan maksimum yang dimiliki Hoverbike adalah 96 Km per jam.

Hoverbike dipamerkan di markas polisi Dubai pada 15 Oktober. Dalam acara tersebut, sebuah nota kesepahaman ditandatangani antara Hoversurf dan polisi Dubai untuk bekerja sama dalam menyediakan transportasi masa depan.

Beberapa media melaporkan bahwa personil polisi Dubai telah mulai mencoba dan berlatih mengendarai Hoverbike. Mereka akan mengimplementasikan kendaraan ini untuk operasi harian pada 2020.