Jakarta –

Sejak Senin 10 Agustus 2020, kebijakan genap ganjil di DKI Jakarta kembali diterapkan dengan melakukan tindakan. Dalam 3 hari ditahan, terjadi penurunan pelanggaran.

“Memang benar pada 10 Agustus 2020, Senin kemarin, aksi genap ganjil dilakukan secara manual dan dengan kamera E-TLE dan dari hasil aksinya masih cukup tinggi yaitu 1.062 pada hari pertama lalu pada hari kedua. hari turun 20 persen jadi 842, dan hari ketiga masih cukup tinggi. turun jadi 12 persen, ”ujar Kasubdit Gakkum Polda Metro Jaya, AKBP Fahri Siregar saat ditemui di Relaunching Grabwheel di Gedung Kementerian Perhubungan, Gambir, Jakarta Pusat, Kamis (13/8/2020).

Tindakan ini tergolong tinggi karena telah menggunakan kembali kamera E-TLE. “Jadi mengalami penurunan tapi cukup tinggi karena kami menggunakan kamera E-TLE,” ujarnya.

Fahri menegaskan akan terus menindak pelanggar aturan genap ganjil. Tentunya polisi juga terus mendampingi aksi ini dengan memberikan sosialisasi kepada masyarakat.

“Sampai saat ini masih ada pelanggaran jadi kami akan terus melakukan tindakan tapi lagi-lagi tidak hanya penuntutan, sosialisasi preemptif melalui media arus utama, media sosial bahkan ke pertigaan membagikan leaflet dan brosur. Jika ada pelanggaran kami akan bertindak, "katanya.

Dalam kesempatan itu Fahri juga mengingatkan bahwa ganjil-genap kembali dilakukan dengan dua pertimbangan. Pertama, mengurangi volume kendaraan agar tidak macet dan kedua, mengiringi kebijakan pengurangan aktivitas di tengah pandemi virus Corona ini.

“Ada dua tujuan. Pertama untuk mengurangi kemacetan karena volume kendaraan saat pengukur diturunkan 40-45 persen. Kedua, ini adalah jeda darurat yang dilakukan oleh Pemprov DKI Jakarta untuk mengurangi risiko penularan COVID-19. , kata dia, merupakan upaya untuk membatasi pergerakan orang, ”ujarnya.

Tonton video "Hari Kedua Penerapan Ganjil-Genap, Polisi Masih Menemukan Pelanggar"
[Gambas:Video 20detik]
(rip / din)