Jakarta –

Pembukaan kembali kegiatan sosial ekonomi di era normal baru telah menyebabkan perlunya transportasi untuk bergerak lagi. Namun, dalam situasi pandemi virus Corona yang masih endemik, penumpang dan penyedia layanan masih harus menegakkan protokol kesehatan.

Transportasi massal KRL juga mengharuskan penumpang kereta api antar kota menggunakan pelindung wajah atau pelindung wajah. Penggunaan pelindung wajah diperlukan karena daya dukung KRL meningkat, sehingga ada kemungkinan jarak yang lebih dekat antara penumpang.

Direktur Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan, Zulfikri, mengatakan operator akan memberikan pelindung wajah ketika penumpang menaiki kereta.

"Tambahan wajib khusus untuk kereta api antar kota operator harus menyediakan pelindung wajah karena dengan menambah 70 persen kapasitas berarti memungkinkan bagi penumpang untuk duduk berdampingan yang berarti protokol kesehatan juga harus dikentalkan. Ditambahkan dia harus memakai faceshield. Ini adalah disediakan oleh operator, "kata Zulfikri dalam diskusi online dengan Institute Transport Study (Instran), Sabtu (13/6) kemarin.

Zulfikri menambahkan bahwa fasilitas pelindung wajah tidak mempengaruhi ongkos kereta Public Service Obligation (PSO). Adapun kereta komersial, tergantung pada masing-masing operator.

"Wajib menggunakan pelindung wajah pada kereta antar kota terkait dengan tarif sejauh ini untuk kereta PSO memang pemerintah yang telah menetapkannya. Sampai sekarang PSO tidak akan naik, tetapi kereta komersial diserahkan kepada operator. Ini memang merupakan waktu untuk membangun kembali kepercayaan publik dalam transportasi "api ecreta," katanya.

Selain penggunaan pelindung wajah, persyaratan lain untuk penumpang dan operator adalah menggunakan jaket dan topeng. Penumpang juga diharuskan menyertakan sertifikat gratis COVID-19.

"Kemudian juga dalam surat edaran Satgas menyatakan bahwa traveler harus sehat. Ini untuk kereta antarkota harus disertai dengan sertifikat gratis COVID-19," kata Zulfikri.

Sementara itu, operator harus menyediakan ruang isolasi di setiap seri, penumpang terpisah yang berusia 50 tahun ke atas, dan pemeriksaan suhu tubuh berkala.

"Kewajiban operator untuk kereta api antar kota adalah menyediakan pelindung wajah, menyediakan ruang isolasi di setiap seri, memisahkan penumpang selama 50 tahun, memeriksa suhu tubuh selama perjalanan antar kota setiap 3 jam," kata Zulfikri.

Lihat video "Menerapkan Normal Baru, Apa Kriteria?"
[Gambas:Video 20detik]
(rip / lua)